MUTIARA SALAF : Hanya Karena Allah

Imam Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

رحم الله عبداً وقف عند همّه، فـإن كان لله مضـى، وإن كان لغيره تأخر.

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti ketika ingin melakukan sesuatu… jika hal itu dia niatkan untuk Allah maka dia meneruskannya, namun jika hal itu dia niatkan untuk selain-Nya maka dia mundur.”

[ Ighotsatul Lahafan ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Pemimpin Adalah Cerminan Rakyatnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وتأمل حكمته تعالى في أن جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس أعمالهم، بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم : فإن استقاموا استقامت ملوكهم، وإن عدلوا عدلت عليهم، وإن جاروا جارت ملوكهم وولاتهم، وإن ظهر فيهم المكر والخديعة فولاتهم كذلك، وإن منعوا حقوق الله لديهم وبخلوا بها منعت ملوكهم وولاتهم ما لهم عندهم من الحق وبخلوا بها عليهم، وإن أخذوا ممن يستضعفونه ما لا يستحقونه في معاملتهم أخذت منهم الملوك ما لا يستحقونه وضربت عليهم المكوس والوظائف، وكلما يستخرجونه من الضعيف يستخرجه الملوك منهم بالقوة، فعمّالهم ظهرت في صور أعمالهم . وليس في الحكمة الإلهية أن يولى على الأشرار الفجار إلا من يكون من جنسهم .

“Perhatikanlah hikmah Allah Ta’ala dalam menjadikan para raja, dan pemimpin negara sesuai dengan perbuatan mereka. Bahkan perbuatan mereka itu tercermin pada prilaku pemimpin dan raja mereka.

⚉ Jika mereka lurus maka pemimpin merekapun lurus..
⚉ Jika mereka bersikap adil maka pemimpin merekapun bersikap adil.
⚉ Jika mereka berbuat zholim maka pemimpin merekapun berbuat zholim..
⚉ Jika tersebar pada mereka penipuan maka pemimpin merekapun demikian..
⚉ Jika mereka tak melaksanakan hak-hak Allah dan pelit terhadap hak Allah, maka pemimpin mereka pun tak melaksanakan hak-hak mereka dan pelit terhadap mereka..
⚉ Jika mereka mengambil dari orang-orang yang lemah hak mereka dengan lalim, maka pemimpin mereka pun mengambil hak mereka dengan lalim dan menerapkan pajak yang memberatkan..

Jadi pemimpin mereka itu adalah cerminan perbuatan bangsanya..

Bukanlah hikmah ilahiyah menjadikan pemimpin yang baik untuk suatu bangsa yang buruk dan jahat..”

(Miftah Darisa’adah 2/177)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Penghalang Sukses

Bila kau ingin sukses yang hakiki dan sejati, jangan pernah zholimi orang. Jangan kau ambil hartanya dengan tidak hak, jangan kau nodai kehormatannya dengan ghibah, fitnah dan namimah, jangan kau tumpahkan darah walaupun setetes dengan jalan yang batil.

Meski sesaat terlihat sukses di atas angin, punya mobil mengkilat, rumah mewah bertingkat, istri cantik memikat, jabatan tinggi berpangkat, yang membuat orang padanya datang merapat…

Pastikan itu hanyalah kejayaan yang semu, keberuntungan menipu dan kehancuran yang sudah menunggu.

Sering kusaksikan orang-orang semacam ini , berakhir kesuksesan awalnya dengan kehancuran.

Ia kusebut si “raja tega” yang tak perduli lagi dengan orang-orang yang dia zholimi. Menari diatas kesusahan kawan, berpesta pora dengan harta sahabatnya. Pinjam uang tak bayar-bayar, menumpuk hutang di sana-sini, menipu kawan-kawan seiring, menzholimi sahabat seperjalanan.

Dia tidak pernah merasakan betapa susah payah sahabatnya mengumpulkan uang seperak demi seperak, dengan mudah dia nikmati atas nama “pinjam dulu” yang pembayarannya tak ada ujung pangkalnya. Cukup baginya menebar sejuta janji palsu.
Atas nama kerja sama, membuat syirkah, usaha bareng dan seterusnya, dia tega, me “makan” kawan sendiri, menodai kesepakatan dibuat. Uang kawan habis ludes, tanpa pertanggung jawaban kecuali hanya mengandalkan “jurus mengelak” yang penuh dengan keculasan.

Pernah kukenal dan bermuamalah dengan orang yang semacam ini. Kulihat tokonya lengkap dan besar, kutitip jual padanya parfum yang nilainya tak seberapa, hanya ratusan ribu saja. Parfumku habis terjual namun uangnya tak kunjung diberi. Teliti punya teliti ternyata sebagian besar barang dagangan didalam tokonya adalah milik orang yang terzholimi sepertiku.

Setiap hari karyawanku menagih, serasa bagaikan kami yang berhutang padanya. Sudah puas karyawanku mendapat dampratan dan bentakan. Singkat cerita usahahnya hancur, ia raib entah kemana menghilang di telan bumi.

Orang-orang semacam ini yang banyak “menyampah” dipermukaan bumi ini, berjalan melanglang buana dengan “urat malu” yang telah putus. Bermuka bebal bak “muka badak” tanpa ekspresi bersalah sama sekali.

Setelah kufikir dan telaah, ternyata memang sudah menjadi ketentuan Allah bahwa orang zholim itu tidak kan pernah beruntung..

Allah berfirman:

إنه لا يفلح الظالمون

“Sesungguhnya tidak akan pernah beruntung orang-orang yang berbuat zholim..” (QS : al-An’am :21)

Lihatlah bagaimana akhir tragis kejayaan ummat-ummat terdahulu yang pernah berjaya dan memimpin dunia, sebagaimana kaum Ad dan Tsamud, Firaun dan Namrud, semuanya hancur binasa tak bersisa karena kezholiman.

Sahabat, bila kau mau sukses, maka jangan pernah berniat menzholimi orang, siapapun dia, insyaallah kujamin Allah kan memberkahimu dan memudahkan usahamu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Menaati Pemimpin Jika Diberi Dunia Saja

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, Allah tidak akan melihat mereka tidak juga mensucikan mereka dan bagi mereka adzab yang pedih.

Seseorang yang mempunyai kelebihan air di padang pasir, namun ia mencegahnya dari ibnussabil yang membutuhkannya.

Dan orang yang berjual beli dengan orang lain di waktu  ‘Ashar, lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia mengambilnya segini dan segini, lalu orang itu mempercayainya padahal tidak demikian keadaannya.

Dan orang yang membai’at pemimpinnya karena dunia, bila ia diberi oleh pemimpin ia melaksanakan bai’atnya, dan bila tidak diberi maka ia tidak mau melaksanakan bai’atnya..”

(HR Al Bukhari dan Muslim).

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Dua Macam Rezeki

Abu Hazim Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

“Aku memikirkan tentang rezeki ternyata aku mendapatinya dua macam. Satu untukku yang pada saatnya akan aku dapatkan, maka aku tidak bisa menyegerakannya walaupun aku berusaha mendapatkannya dengan kekuatan langit dan bumi.. dan yang satunya lagi untuk orang lain..

Jadi apa yang telah lalu tidak akan aku dapatkan, maka aku hanya mencari yang masih tersisa. Rezekiku tidak akan dimiliki oleh orang lain sebagaimana rezeki orang lain tidak akan dimiliki oleh diriku..”

[ Hilyatul Auliya’ – 7/44 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Rezeki Sudah Ditetapkan

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Wahai anak Adam.. sesungguhnya engkau tidak dapat mendahului ajalmu, dan tidak ada yang dapat menghalangimu dari rezeki yang telah ditetapkan untukmu, dan (engkau juga) tidak akan diberi rezeki yang bukan bagianmu..

Lantas, mengapa engkau terlalu berlebihan dalam bekerja (sehingga lalai dari Allah)..? atas dasar apa engkau membinasakan dirimu..?”

[ Mawaizh Lil Imam Hasan al-Bashri – 91 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Berapa Usiamu Sekarang..?

Saudaraku…
Umur adalah Nikmat Allah Ta’ala yang sangat besar… Modal untuk seluruh amal dan kebaikan… Kalau sudah tutup umur maka tidak ada lagi cerita amal …

Sayang…
Kesempatan emas ini berjalan sangat cepat dan singkat…60 / 70 Th itulah kesempatan maximum yang di berikan…

⚫ 15 – 35 th… Masa gagah.. Jangan di sia-siakan…
⚫ 40 – 55 th… Masa peringatan, umur yang tersisa lebih sedikit dari pada yang telah berlalu… Maka Akhirat harus lebih di utamakan…
⚫ 60 – 79 th… Mendekati Finish, sudah sangat senja… insya Allah tidak lama lagi terbenam… Segera berbenah untuk meninggalkan dunia dengan fokus mensucikan diri dan menambah amal…

⚉  BILA SUDAH SAMPAI 40 TH… INILAH NASIHAT ALLAH UNTUK NYA…

(وحَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)

“sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai *empat puluh* tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri..”
[Surat Al-Ahqof 15]

⚉  BILA SUDAH SAMPAI 60 / 70 TH… INILAH PERINGATAN ROSUL UNTUK-NYA..

لقدْ أعْذَرَ اللهُ إلى عبدٍ أحْياهُ حتى بَلغَ سِتِّينَ أو سَبعينَ سنةً ، لقدْ أعْذَرَ اللهُ إِليهِ

“Sungguh Allah telah memberikan udzur dan kesempatan kepada hambaNya yang telah di hidupkan (di panjangkan umur) sampai 60 / 70 th… Sungguh Allah telah memberikan udzur kepadanya..”
(Shohihul Jaami’. No 5118)

(*) Maksudnya.. Allah telah cukup memberikan kepadanya kesempatan untuk beramal dengan umur yang panjang… Bila di usia itu masih belum kembali ke jalan Allah… Biasanya sampai matinya tidak kembali.. Dan dia di hinakan Allah sampai akhir hayatnya dan menutup unurnya dengan su-ul khotimah.. (Na’uudzu billah)

Saudaraku…
Tidak ada yang tahu kapan Kesempatan emas ini usai.. Maka bersegeralah berbekal dengan mensucikan diri dan beramal shalih..

Semoga manfaat…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ismail Fachruddin Nu’man, حفظه الله تعالى

1810160636

Kontradiktif.. (pake banget)

⚫ Banyak orang yang hidup dengan gaya hidup barat.. tapi ingin mati seperti matinya para sahabat Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam..

⚫ Banyak orang yang hidupnya tidak ingin dengan Islam, meski hanya penampilan lahirnya.. tapi kalau mati, ingin dengan Islam lahir batin..

⚫ Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya..

Mari berbenah diri.. semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semuanya, aamiin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

2307171000

MUTIARA SALAF : Hakikat Dengki

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala berkata,

إِن الْحَسَد فِي الْحَقِيقَة نوع من معاداة الله ؛
‏فَإِنَّهُ يكره نعْمَة الله على عَبده وَقد أحبها الله.
‏وَأحب زَوَالهَا عَنهُ وَالله يكره ذَلِك .
‏فَهُوَ مضاد لله فِي قَضَائِهِ وَقدره ومحبته وكراهته

“Sesungguhnya dengki itu pada hakikatnya adalah jenis dari memusuhi Allah..

Karena ia tidak menyukai nikmat Allah kepada hamba-Nya sedangkan Allah menyukainya..
Ia suka bila nikmat itu hilang sedangkan Allah tidak menyukainya..

Maka sebenarnya ia melawan Allah dalam ketentuan dan takdir-Nya. Dalam cinta dan benci-Nya..”

(Al Fawaid hal. 158)

Saat teman kita menceritakan kenikmatan yang ia dapatkan..
Do’akanlah ia dengan keberkahan…
Dan jangan sinis atau menuduhnya riya atau pamer…
Barangkali ia ingin mengamalkan ayat: “Adapun dengan nikmat Allah maka ceritakanlah..” (Adh Dhuha: 11)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Ancaman Bagi Orang Yang Memoles Dirinya Dengan Ibadah

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Umar bin Khottob rodhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Siapa yang memoles dirinya dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, niscaya Allah menampakkan keburukannya..’

Begitu pula orang yang memoles dirinya dengan ibadah, dia menampakkan kepada manusia bahwa dia seorang ahli ibadah, maka Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan membongkarnya, semoga Allah melindungi kami dan kalian dari RIYA’..

Sepandai apapun manusia menutupi Allah tetap mengetahui, dan Dia akan membongkar kedok orang yang beramal bukan karena-Nya.. Jadi timbanglah semua amalanmu dengan perkataan ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu ini..!”

[ Syarah Hilayatu Tholibil ‘Ilm – 49/50 ]

Menebar Cahaya Sunnah