HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-23

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 22) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 23 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah..

Kemudian diantara penghalang-penghalang dari kebenaran yaitu…

كثرة أهل الباطل

⚉  Banyaknya orang-orang yang berpegang kepada kebathilan.

Kata beliau:

‎إذا رأى الر جل كثر ة القائلين بقول، أو المنتحلين لِمذهب؛ فإنَّ ذلك يَحمله على متابعتهم

“Seseorang apabila melihat banyaknya pengikut kebathilan, itu membuat dia mengikuti kebathilan mereka, karena manusia itu bagaikan sekumpulan burung yang saling mengikuti satu sama lainnya.”

Dan kalau kita perhatikan, orang-orang terdahulu yang menolak dakwah para Nabi pun, mereka berhujjah dengan banyaknya orang-orang yang mengikuti kebathilan. Seperti Fir’aun berkata [QS Thoha:51]

‎قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُونِ الْأُولَىٰ

“Lalu bagaimana dengan generasi-generasi terdahulu.”

Artinya bagaimana dengan nenek-nenek moyang dahulu, yang mereka jumlahnya banyak dan diatas keyakinan yang diyakini oleh Fir’aun tersebut, sehingga dia menganggap bahwa ia diatas kebenaran.

⚉  Maka Ibnu Qayyim rohimahullah berkata dalam Miftah Daaris Sa’adah (1/147), kata beliau:

وإيَّاك أن تغترَّ بِما يغترُّ به الجا هلو ن

“Jangan sampai kamu tertipu dengan apa yang menipu orang-orang bodoh”

فإنَّهم يقو لو ن

“Karena mereka berkata…”

لو كان هؤ لاء على حقَّ لَمْ يكو نوا أقلَّ الناس عددًا

“Kalaulah mereka diatas kebenaran tentu tidak akan menjadi orang yang paling sedikit jumlahnya.”

Ini ucapan orang-orang bodoh.

⚉  Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata:

‎لا يكن أحد كم إمَّعة

“Janganlah seseorang menjadi imma’ah”

Ia berkata, “Aku bersama kebanyakan orang, tapi hendaklah ia mengokohkan dirinya diatas iman, walaupun orang-orang kufur”.

Allah dalam Alqur’an mencela jumlah terbanyak.
Allah berfirman [QS Al-An’am : 116]

‎وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Jika kamu mena’ati kebanyakan manusia dimuka bumi ini, mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”

Allah mengatakan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia, berarti kebanyakan manusia diatas kesesatan.
Itu menunjukkan bahwa jumlah terbanyak bukan hujjah, yang menunjukkan akan kebenaran.

⚉  Berkata Al Muwaffaq Abu Muhammad Almaqdisi:

ومن العجب أن أهل البد ع يستدلون على كو نِهم أهل الحق بكثر تِهم، و كثر ة أموالِهم، وجاههم، و ظهورهم

“Diantara perkara yang mengharamkan ahli bid’ah berdalil bahwa mereka diatas kebenaran itu dengan banyaknya jumlah mereka, banyaknya harta dan kedudukan mereka dan mereka mengatakan bahwa orang yang berpegang kepada sunnah itu bathil karena sedikitnya jumlah mereka.”

Padahal Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengabarkan bahwa ummatnya di akhir zaman atau orang-orang yang berpegang kepada kebenaran di akhir zaman, justru mereka sedikit.

Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda

بدأ اﻹسلام غريبًا، وسيعود غريبًا

“Islam di mulai dalam keadaan terasing dan akan kembali menjadi terasing.”

👉🏼   Maka dari itu orang yang mencari kebenaran janganlah menjadikan parameter mengukur kebenaran itu dengan banyak atau sedikitnya pengikut, tapi jadikan parameternya adalah sesuaikah dengan dalil Alqur’an dan hadits sesuai dengan pemahaman salafush-sholeh atau tidak ?!
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.