Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Anda sedang sakit ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja juga pernah sakit parah.
Anda disakiti orang lain ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja berkali kali disakiti orang lain.
Anda kesusahan dalam urusan ekonomi ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja juga berkali kali kesusahan dalam ekonomi sampai sampai di suatu saat selama 3 bulan berturut-turut tidak ada yang dimasak di rumahnya.
Anda dimusuhi orang ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja banyak yang memusuhi beliau
Anda takut bahwa suatu saat anda mati ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja telah mendahului anda meninggal dunia.
Sobat apapun musibah yang anda takutkan, atau menjadikan anda galau, maka sejatinya musibah yang serupa atau bahkan lebih berat darinya pernah dialami oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semua itu hanyalah perjalanan hidup di dunia, yang ujung ujungnya hanya ada satu, yaitu mati lalu menghadap kepada Ilahi, dan selanjutnya hanya ada dua pilihan :
SURGA…
Atau
NERAKA…
Sobat! Renungkan ayat berikut:
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ (30) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِندَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (31)
“Sesungguhnya engkau akan mati dan merekapun juga akan mati, dan selanjutnya kalan semua pada hari qiyamat akan saling menuntut (di hadapan Allah)” ( surat Az Zumar 30-31)
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.
Dari kitab yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Kaidah Ke 1
Kaidah Ke 2
Kaidah Ke 3
Kaidah Ke 4
Kaidah Ke 5
Kaidah Ke 6
Kaidah Ke 7
Kaidah Ke 8
Kaidah Ke 9
Kaidah Ke 10
Kaidah Ke 11
Kaidah Ke 12
Kaidah Ke 13
Kaidah Ke 14
Kaidah Ke 15
Kaidah Ke 16
Kaidah Ke 17
Kaidah Ke 18
Kaidah Ke 19
Kaidah Ke 20
Kaidah Ke 21
Kaidah Ke 22
Kaidah Ke 23
Kaidah Ke 24
Kaidah Ke 25
Kaidah Ke 26
Kaidah Ke 27
Kaidah Ke 28
Kaidah Ke 29
Kaidah Ke 30
Kaidah Ke 31
Kaidah Ke 32
Kaidah Ke 33
Kaidah Ke 34
Kaidah Ke 35 dan ke 36
Kaidah Ke 37
Kaidah Ke 38
Kaidah Ke 39
Kaidah Ke 40
Kaidah Ke 41
Kaidah Ke 42
Kaidah Ke 43
Kaidah Ke 44 dan ke 45
Kaidah Ke 46
Kaidah Ke 47
Kaidah Ke 48
Kaidah Ke 49
Kaidah Ke 50
Kaidah Ke 51
Kaidah Ke 52
Kaidah Ke 53
Kaidah Ke 54
=== selesai ===
النَّفْسُ تَبْكِي عَلَى الدُّنْيَا وَقَدْ عَلِمْتَ…أَنَّ السَّلاَمَةَ فِيْهَا تَرْكُ مَا فِيْهَا
(Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan perkara-perkara dunia
لاَ دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا…إِلاَّ الَّتِي كَانَ قَبْلَ الْمَوْتِ يَبْنِيْهَا
Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian, kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya
فَإِنْ بَنَاهَا بِخَيْرٍ طَابَ مَسْكَنُهُ…وَإِنْ بَنَاهَا بِشَرٍّ خَابَ بَانِيْهَا
Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula
أَمْوَالُنَا لِذَوِي الْمِيْرَاثِ نَجْمَعُهَا…وَدُوْرُنَا لِخَرَابِ الدَّهْرِ نَبْنِيْهَا
Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita, dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu
كَمْ مِنْ مَدَائِنَ فِي الآفَاقِ قَدْ بُنِيَتْ…أَمْسَتْ خَرَابًا وَأَفْنَى الْمَوْتُ أَهْلِيْهَا
Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun, namun akhirnya rusak dan runtuh, dan kematian telah menyirnakan para penghuninya
أَيْنَ الْمُلُوْكُ الَّتِي كَانَتْ مُسَلْطِنَةً…حَتَّى سَقَاهَا بِكَأْسِ الْمَوْتِ سَاقِيْهَا
Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa..? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian
لاَ تَرْكَنَنَّ إِلَى الدُّنْيَا فَالْمَوْتُ…لاَ شَكَّ يُفْنِيْنَا وَيُفْنِيْهَا
Janganlah engkau condong kepada dunia, karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan membuat kitapun fana
وَاعْمَلْ لِدَارٍ غَدًا رَضْوَانٌ خَازِنُهَا…وَالْجَارُ أَحْمَدُ وَالرَّحْمَنُ بَانِيْهَا
Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridhoan Allah, dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam, serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang Maha Penyayang)
قُصُوْرُهَا ذَهَبٌ وَالْمِسْكُ طِيْنَتُهَا…وَالزَّعْفَرَانُ حَشِيْشٌ نَابَتَ فِيْهَا
Bangunannya terbuat dari emas, dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za’faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut
أَنْهَارُهَا لَبِنٌ مُصَفَّى وَمِنْ عَسَلٍ…وَالْخَمْرُ يَجْرِي رَحِيْقًا فِي مَجَارِيْهَا
Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih, madu dan khomr, yang mengalir dengan bau yang semerbak
وَالطَّيْرُ تَشْدُو عَلَى الأَغْصَانِ عَاكِفَةً…تُسَبِّحُ اللهَ جَهْرًا فِى مَغَانِيْهَا
Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga .. mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka
فَمَنْ يَشْتَرِي الدَّارَ فِي الْفِرْدَوْسِ يُعَمِّرُهَا…بِرَكْعَةٍ فِي ظَلاَمِ اللَّيْلِ يُحْيِيْهَا
Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam
Jika anda tidak memiliki rumah yang mewah di dunia .. maka raihlah istana megah di akhirat kelak .. dengan sholat di tengah kegelapan malam.
Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ
“Dan sholatlah di malam hari tatkala orang-orang sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan..”
Bolehlah engkau miskin di dunia demi membangun istana di surga .. dan janganlah sampai engkau juga miskin dan menderita di akhirat kelak..!!!
📝
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
da260415-1716
Tatkala Ad-Dhiyaa’ al-Maqdisi akan bersafar untuk menuntut ilmu hadits maka Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berwashiat kepadanya seraya berkata :
أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَلاَ تَتْرُكْهُ فَإِنَّهُ يَتَيَّسَرُ لَكَ الَّذِي تَطْلُبُهُ عَلَى قَدْرِ مَا تَقْرَأُ
“Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur’an. Karena akan dipermudah bagimu
apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaannmu“
Ad-Dliyaa’ Al-Maqdisi berkata,
فَرَأَيْتُ ذَلِكَ وَجَرَّبْتُهُ كَثِيْراً، فَكُنْتُ إِذَا قَرَأْتُ كَثِيْراً تَيَسَّرَ لِي مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيْثِ وَكِتَابَتِهِ الْكَثِيْرِ، وَإِذَا لَمْ أَقْرَأْ لَمْ يَتَيَّسَرْ لِي
“Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencobanya. Jika aku banyak membaca Al-Qur’an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al-Qur’an maka tidak dimudahkan bagiku” (Dzail Tobaqoot Al-Hanaabilah karya Ibnu Rojab Al-Hanbali 3/205)
Ya Allah jadikanlah kami para pecinta Al-Qur’an yang berisi firman-firman-Mu…
yang membacanya siang dan tengah malam…
Janganlah jadikan kami orang-orang yang lalai dari membacanya hanya karena secercah dunia…
yang merasa dirinya sibuk…
merasa waktunya kurang…
tidak sempat untuk membaca Al-Qur’an…
akan tetapi selalu saja sempat untuk internetan dan bersenda gurau…
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Teman-teman akrab pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Az Zukhruf : 67).
Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah ‘azza wa jalla, inilah yang kekal selamanya.
(Tafsir Ibnu Katsir)

Wuhaib bin Al-Ward berkata,
اِتَّقِ أَنْ يَكُونَ اللهُ أَهْوَنَ النَّاظِرِيْنَ إِلَيْكَ
“Jauhilah, jangan sampai Allah adalah yang paling rendah di antara orang-orang yang melihatmu..” (Hilyatul Auliyaa’ 8/142)
Nasehat agar kita lebih takut kepada Allah dan lebih malu kepada Allah tatkala bersendirian. Tentunya kita akan sangat malu jika tatkala bermaksiat lantas ada orang lain yang melihat kita.
Jangankan orang dewasa yang melihat perbuatan kita, sedangkan jika anak kecil yang melihat kita sedang bermaksiat kita merasa malu,
apalagi saudara kita..??
apalagi murid kita..??
apalagi sahabat dekat kita..??
teman pengajian kita..??
apalagi guru kita..??
Allah berfirman
يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, Padahal Allah beserta mereka..” (QS An-Nisaa’ : 108)
Ibnu Abbaas radhiallahu ‘anhumaa berkata tentang ayat ini :
يَسْتَحْيُوْنَ مِنَ النَّاسِ، وَلاَ يَسْتَحْيُوْنَ مِنَ اللَّهِ
“Mereka malu kepada manusia dan mereka tidak malu kepada Allah”
Jadilah manusia lebih mereka malui daripada Allah…jadilah Allah lebih rendah di mata mereka daripada manusia !!!
Waspadalah wahai pengguna internet…
waspadalah tatkala anda sedang bersendirian…!!!
Penulis :
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.
Asy-Syaikh Al Utsaimin -rahimahullah- mengatakan:
“Tegarlah! Jangan berubah karena banyaknya serangan kepadamu atau karena celaan terhadap pendapatmu. Selagi kamu diatas, sabarlah ! Karena kebenaran tidak mungkin goyah.
Kemudian setelah itu, halaulah jika kamu dalam posisi lemah. Adapun jika kamu kuat, seharusnya kamu menyerang. Karena roda kehidupan terus berputar. Tapi yang terpenting jika kamu lemah wajib bagimu tetap bersabar.
Jangan kamu katakan: manusia semuanya menyelisihiku! Tapi tetaplah bersabar, karena Allah yang menolong agama-Nya, kitab-Nya dan rasul-Nya disetiap zaman.
Tapi gangguan pasti ada. Lihatlah Imam Ahmad bagaimana beliau ditarik dengan keledai di pasar sambil dipukuli. Tapi beliau tetap bersabar dan tegar. Lihat pula bagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dibawa keliling pasar dengan gerobak dan diikat dipenjara tapi beliau tetap sabar.
Jangan pernah berpikir akan terbentang jalan yang dipenuhi bunga dan kembang bagi orang yang berpegang teguh dengan sunnah. Barangsiapa menginginkan demikian ia menginginkan suatu yang mustahil.”
[Syarah Nuniyah – 3/270]
