Category Archives: BBG Kajian

Yang Kerap Terlupakan Di Saat-Saat Ini – Kematian Tidak Bisa Dihindari…

Beberapa waktu terakhir, negeri kita mengalami beberapa musibah gempa dan tsunami yang mengakibatkan banyaknya jumlah korban meninggal di berbagai tempat. Lalu… Banyak orang yang bertanya, ‘apakah tidak ada alat untuk deteksi sebelum gempa agar lebih banyak nyawa yang terselamatkan ?‘… 

Yuk kita baca yang berikut…

======================

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

⚉    Ingatlah … Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

⚉    Harus diyakini … Kematian tak bisa dihindari …

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

⚉    Semua pun tahu … Tidak ada manusia yang kekal abadi …

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

⚉    Yang pasti … Allah yang kekal abadi …

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (27)

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

⚉    Lalu … Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

⚉    Jadilah mukmin yang cerdas …

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik ?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas ?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Hanya Allah yang memberi taufik.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى.

 

Ref : https://rumaysho.com/4773-kematian-yang-tidak-bisa-dihindari.html

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Kaidah-Kaidah Bid’ah # 5c…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Kaidah-Kaidah Bid’ah # 5b…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Kaidah-Kaidah Bid’ah # 5c 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

Kita lanjutkan.. fawaaid dari kitab “Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa”.. masih membahas tentang masalah yaitu pendapat sahabat…

Beliau berkata (penulis buku ini)

وقول الصحابي، وفعله، وفتواه، ومذهبه، وقضاؤه، ينقسم من حيث انتشاره وشيوعه، ووقع الخلاف فية بينهم إلى أقسام

“Pendapat sahabat, perbuatannya, fatwanya, mazhabnya, keputusan-keputusannya itu terbagi, di lihat dari sisi tersebar atau tidaknya, apakah terjadi perselisihan diantara mereka atau tidaknya, kepada beberapa macam.”

1⃣  Apabila pendapat seorang sahabat itu tersebar dikalangan para sahabat, atau perbuatan mereka tersebar dikalangan sahabat dan tidak ada satupun sahabat yang mengingkarinya.
Maka ini dianggap sebagai ijma’ sukuti, ijma’ yang sifatnya diam dalam artian karena tidak ada penyelisihan, ini dianggap sebagai ijma’.

Namun tentunya disyaratkan padanya tidak ada hal-hal yang menghalangi mereka untuk mengingkari, adapun apabila ada penghalangnya, maka tidak dianggap sebagai ijma’ yang bersifat sukuti.

2⃣  Apabila seorang sahabat berpendapat dengan sebuah pendapat dalam sebuah masalah, yaitu yang masalah tersebut sering kali terjadi. Dan ternyata tidak ada satupun sahabat yang mengingkarinya, maka inipun juga dianggap sebagai ijma’ sukuti.

Sebab apabila permasalahan itu sering terjadi, pastilah para sahabat yang lain mengetahuinya, tapi ketika tidak ada yang mengingkarinya maka ini dianggap sebagai ijma’ sukuti.

3⃣  Apabila seorang sahabat berpendapat atau berbuat, namun tidak tersebar dikalangan sahabat yang lain dan ternyata juga tidak ditemukan padanya penyelisihan dari sahabat yang lain.
Maka ini menjadi perselisihan para Ulama, apakah ini hujjah atau tidak.

4⃣  Apabila para sahabat berselisih dalam satu permasalahan, maka pada waktu itu kita lihat mana pendapatnya yang paling kuat dalil-dalil dan hujjahnya.
Maka kita ambil paling kuat hujjah dan dalilnya.

⚉  Kemudian kembali pada pembahasan, “apakah perkataan para sahabat atau pendapat sahabat itu hujjah atau bukan”, ini ada lima mazhab;

1⃣ Mahzab yang pertama.
Bahwa pendapat sahabat itu hujjah yang wajib diamalkan, ini pendapat yang di nisbatkan kepada Imam Malik dan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dalam sebuah riwayat dan kebanyakan para ahli ushul fiqih dan fuqoha mahzab hanafiyah, dan ini yang di pilih oleh Ibnu Qayyim dan Imam Asy syatibi serta Ibnu Taimiyah.

2⃣ Mahzab yang ke 2.
Bukan hujjah. Ini dinisbatkan kepada Imam Syafi’i dalam pendapat yang baru namun tidak benar dan ini juga pendapat Imam Ahmad dalam sebuah riwayat dan ini mahzab jumhur syafi’iyah.

3⃣ Mahzab yang ke 3
bahwa itu adalah hujjah jika bukan permasalahan yang tidak boleh berijthad padanya. Dan ini pendapat sebagian hanafiyah.

4⃣ Mahzab yang ke 4
bahwa yang menjadi hujjah hanya Abu Bakar dan Umar saja tanpa yang lainnya.

5️⃣ Mahzab yang ke 5,
yang menjadi hujjah itu Khulafaurrosyidin saja (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali).

➡️ Namun kata beliau (penulis kitab) yang ro’jih adalah pendapat pertama, kenapa ?

Karena dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits menunjukkan bahwa mereka semua para sahabat dipuji oleh Allah seperti dalam surat At-Taubah ayat 100, Allah berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

“Dan kaum Sabiqun Awwaluun dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan, Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah.”

Ini pernyataan rekomendasi langsung dari Allah terhadap para sahabat. Dan Allah menyatakan bahwa orang-orang yang mengikuti merekapun mendapatkan ke ridhoan Allah.
Berarti itu menunjukkan bawa pendapat para sahabat itu hujjah.

Demikian pula Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam mengabarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah generasi Beliau, dan para sahabat adalah generasi Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam yang beliau ada padanya.

Demikian pula Allah menyebutkan bahwa para sahabat itu sebaik-baik ummat

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

Sebagaimana dalam surat Al Imran ayat 110

Maka dari itu.. ini menunjukan bahwa para sahabat semua telah mendapatkan pujian dari Allah dan Rosul-Nya.

Dan Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam pun, ketika menyebutkan tetang perpecahan ummat, Nabi meyebutkan, siapa yang selamat, yaitu, “yang aku dan para sahabatku diatasnya.”

➡️  Semua ini menunjukkan bahwa pendapat-pendapat para sahabat, fatwa-fatwa mereka itu hujjah.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

FITNAH Yang Sangat Dahsyat…

Hudzaifah Ibnul Yaman pernah ditanya,

ﺃﻱ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﺃﺷﺪ؟

“Fitnah, apa yang paling dahsyat ?”

Beliau pun menjawab,

ﺃﻥ ﻳﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺸﺮ ﻓﻼ ﺗﺪﺭﻱ ﺃﻳﻬﻤﺎ ﺗﺮﻛﺐ.

“Dihadapkan kepadamu antara kebaikan dan keburukan. Akan tetapi engkau tidak mengetahui mana yang akan engkau ikuti.”

[ Hilyatul Auliya 7-271 ]

Diterjemahkan oleh
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA,  حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

LELAH Dalam Kebaikan…

Jika Anda LELAH dalam kebaikan, maka hiburlah diri Anda, karena kebaikan itu akan menetap, sedang lelahnya akan pergi.

Sebaliknya, meskipun Anda sangat menikmati DOSA, maka kenikmatan itu pasti akan pergi, sedang dosanya akan terus bersama Anda.

========

Ingatlah sabda Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“SURGA itu diselimuti dengan hal-hal yang tidak disukai, sedang NERAKA diselimuti oleh hal-hal yang menyenangkan”. [HR. Muslim: 2822].

Ditulis oleh
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى.

da0911152120

Sesungguhnya Engkau Dengan Raja Terkaya Di Muka Bumi Ini Adalah Sama…

Bismillah

Akhi Ukhti…
Apakah engkau termasuk orang yang selalu terobsesi untuk mengganti barang yang kau miliki ?

ingin ganti mobil yang lebih mewah dan baru
ingin ganti gadjet keluaran terbaru
ingin ganti tas dengan merk dan model yang lebih wah
ingin ganti motor yang lebih keren dan menawan
Atau apa saja…

Kalau yang mendorong dirimu itu karena faktor kebutuhan mungkin sesuatu yang oke-oke saja

Namun terkadang, engkau melakukan bukan karena kebutuhan
Tapi karena sesuatu yang ada di hatimu
Karena fulanah ganti mobil, engkau juga ingin
Karena fulanah pakai tas yang lebih mahal dari milikmu
Karena fulan memiliki gadjet teranyar
Karena Fulan membeli motor baru sedang motormu adalah bekas

Kalau yang menjadi pembimbing dalam belanja adalah nafsumu maka hidupmu akan susah

Engkau akan dibikin lelah olehnya, karena nafsu tidak pernah puas
Engkau selalu akan melihat yang lebih dari dirimu
Engkau akan terus memeras keringatmu dan menghabiskan waktumu bekerja keras hanya untuk menuruti nafsumu

Ada satu cara yang membuat hidupmu nyaman, bahkan engkau akan merasa lebih kaya dari semua orang… apa itu ?

Sa’ad bin Abi Waqqash pernah berpesan pada anaknya

“يا بني، إذا طلبت الغنى فاطلبه بالقناعة؛ فإنها مال لا ينفد”

“Wahai ananda kalau engkau mencari kekayaan, maka carilah dengan Qana’ah, sesungguhnya ia adalah harta yang tidak ada habisnya” (Uyunul Akhbar 3/207)

Qona’ah ada Hati yang senantiasa menerima dan ridho atas pemberian Allah

➡️  Bila engkau memiliki hati yang Qona’ah sesungguhnya engkau dengan raja terkaya di muka bumi ini adalah sama…

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA,  حفظه الله تعالى 

Sunnah Yang Terlupakan Saat Makan Bersama

Bismillah

AKHI Ukhti…
Pernahkah engkau menghadiri atau mendengar sebuah kesempatan yang di dalamnya ada acara makan bersama..?

Contohnya acara buka bersama atau yang lainnya
Namun karena jumlah yang hadir banyak maka makanan yang disediakan tidaklah cukup
Tuan rumah kebingungan
Sebagian sangat kecewa
Yang mendapatkan makanan menikmati sajian tanpa menoleh kepada yang lainnya

Sejatinya tidak ada istilah tidak cukup untuk sebuah kebersamaan
Kebersamaan itu membuat hidup ini lebih indah dan berkah
Bacalah petuah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam

طَعَامُ الاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلاثَةِ وَطَعَامُ الثَّلاثَةِ كَافِي الأَرْبَعَ

“Makanan 2 orang mencukupi 3 orang, dan makanan 3 orang mencukupi empat orang.” [Muttafaq ‘alaih ]

Seharusnya seorang muslim tatkala melihat makanannya tidak cukup, ajaklah satu orang bergabung denganmu, katakan:
“Kemarilah saudaraku, ini cukup untuk kita berdua”.

Engkau menyelamatkan tuan rumah
Dan mendapatkan berkah makan bersama

Namun rasa empati seperti ini mulai hilang dan punah
Semua hanya memikirkan diri sendiri
Semua lebih mementingkan perutnya sendiri

Islam itu indah dan aplikatif

Kalau bukan kita yang memulai dan melestarikan ajarannya siapa lagi…???

➡️  Dengan menghidupkan sunnah ini dalam keseharian kita
niscaya akan menghilang kedengkian, berkurang kemiskinan.

Moga Allah merahmatimu…

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA,  حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/SyafiqRizaBasalamahOfficial/

KITAB FIQIH – Makruh Mencari Barang Hilang Di Masjid…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Larangan Menghias Masjid (lanjutan)…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya…

⚉  MAKRUHNYA MENCARI BARANG HILANG DAN BER-JUAL-BELI DI MASJID

➡️  Dari Abu Hurairah, Rosulullah shollallahu ‘alaihi Wassalam bersabda : “Siapa yang mendengar seseorang mencari kambing yang hilang di masjid atau barangnya yang hilang di masjid, hendaklah dia mengatakan, “semoga Allah tidak mengembalikannya kepada kamu, karena masjid tidak dibangun untuk itu.” [HR Muslim]

Yang dimaksud barang yang hilang disini yaitu seperti kambing yang hilang atau unta yang hilang, dimana hilangnya bukan di masjid.

Adapun kalau misalnya kita ketinggalan sesuatu di masjid atau hp kita ketinggalan di masjid, lalu kita mencarinya, boleh. hal sepeti ini tidak termasuk hadits ini.

Yang dilarang itu, kalau seperti hal nya orang yang kehilangan kambing atau yang sifatnya hilangnya bukan di masjid, lalu ia datang ke masjid dan berkata apakah diantara kalian ada yang melihat kambingku ? Misalnya. Maka kita do’akan : “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu, karena masjid bukan di bangun untuk mencari barang hilang seperti itu.”

➡️  Dalam Hadits Abu Hurairah, Rosulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Apabila kalian melihat orang yang jual beli di masjid maka do’akanlah ‘Semoga Allah tidak menguntungkan perniagaan mu.’ [HR. Ath-Thirmidzi]

⚉  TIDAK BOLEH MENGANGKAT SUARA DIDALAM MASJID

➡️  Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘Anha, dari Nabi shollallahu ‘alaihi Wassalam bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi Wasallam mendengar dari rumahnya, orang-orang sedang sholat dan mengeraskan bacaan mereka. Maka Nabi Shollallahu ‘alaihi bersabda : ‘Sesungguhnya seseorang yang sedang sholat itu sedang bermunajat kepada Robb nya, hendaklah dia melihat dan memperhatikan munajatnya, jangan mengeraskan suara sebagian suara kalian atas sebagian yang lain dengan bacaan Al Qur’an nya.’ [HR. At-Tabroni]

Ini menunjukkan tidak boleh mengeraskan bacaan Al Qur’an didalam masjid, jika menganggu orang lain yang sedang beribadah, maka Nabi shollallahu ‘alaihi Wasallam melarang itu.

Dan ini ternyata malah dilakukan oleh banyak kaum muslimin di zaman ini, mereka mengeraskan bacaan Al-Qur’an mereka dengan speaker dan akhirnya menganggu orang yang sedang beribadah di rumah-rumah atau bahkan beribadah di masjid itu sendiri. Ini jelas perkara yang di larang oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam

➡️  Disebutkan dalam hadits Nabi shollallahu ‘alaihi Wasallam riwayat Muslim, “Jauhi oleh kalian suara-suara gaduh seperti di pasar, di dalam masjid.”

Hadits itu menunjukkan bahwa tidak boleh membuat gaduh di masjid.

Kita lihat kadang sebagian penuntut ilmu ketika telah berada di masjid, sebelum ustadznya datang, mereka masing-masing ngobrol, sehingga gaduh seperti di pasar.

Maka ini sebenarnya perkara yang di larang oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, jangan samakan masjid dengan pasar, hendaknya di dalam masjid kita lebih khusyu’, kita berdzikir kepada Allah dengan cukup terdengar oleh diri sendiri dan tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

⚉  BOLEH BERBICARA ATAU NGOBROL DENGAN PERKARA YANG MUBAH DALAM MASJID (walaupun disitu ada tertawa dan tersenyum)

➡️  Berdasarkan hadits Simak bin Harb ia berkata, aku berkata kepada Jabir bin Samuroh, ‘apakah engkau dahulu duduk di majelis Rosulullah ?’ Ia berkata : ‘ia, sering. Beliau tidak berdiri dari tempat sholatnya yang beliau sholat disitu (sholat subuh, sampai matahari terbit), dan apabila matahari terbit maka beliaupun berdirilah, dan mereka berbincang-bincang tentang urusan perkara jahiliyah terhadulu. Merekapun tertawa-tawa dan Rosulullah pun tersenyum mendengarnya.’” [HR. Muslim]

Hadits ini menunjukkan, membicarakan tentang nikmat Allah, hidayah Islam, di dalam masjid boleh. Adapun berbicara khusus masalah urusan dunia, lebih baik kita hindarkan karena perkara itu disebutkan dalam sebuah riwayat lain juga, Nabi melarangnya untuk membicarakan urusan dunia didalam masjid.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Program Sumur dan MCK Darurat Bagi Para Pengungsi…

UPDATE – TAHAP 1
.
saldo hingga pkl. 06.00 selasa pagi 27 dzul-qo’dah 1440 (30 juli 2019) mencapai rp. 35 juta

alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat…

Dengan demikian kami TUTUP donasi untuk tahap 1 ini. Jazaakumullahu khoyron atas partisipasinya.

===================================

situasi dan kondisi di salah satu wilayah terdampak parah musibah gempa 7.2 sr di halmahera selatan tanggal 14 Juli 2019 (lihat gallery foto paling bawah)
.
in-syaa Allah akan dibuatkan sumur dan sekitar 10 MCK darurat bagi saudara-saudara kita di barak pengungsi di Gane Barat, Halmahera Selatan. Estimasi biaya untuk TAHAP 1: Rp. 35 juta (lihat UPDATE diatas)

.
yang hendak infaq atau bila anda hendak mengeluarkan uang riba, silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Mandiri
.
no. rek : 748 000 9996
.
an. Al Ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838-0662-4622
.
https://t.co/5eZ70CHJfd

Silahkan KLIK untuk lihat foto

Mukmin Itu…

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata,

“Mukmin itu tidak bodoh. Tapi jika dijahili ia tidak cepat emosi. Jika dizalimi ia berusaha memaafkan, dan jika dihalangi ia bersabar.”

[Mushonnaf ‘Abdurrozaq no 20254]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى