Umur Khadijah Rodhiyallahu ‘Anha…

Yang masyhur, umur Khadijah ketika menikah dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi  wasallam adalah 40 tahun. Tapi dalam sanadnya terdapat Al Waqidiy. Ia matruk.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa umur Khadijah saat itu adalah 28 tahun. Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq. Pendapat ini lebih kuat. Terlebih Khadijah mempunyai anak dari Rosulullah shollallahu ‘alayhi  wasallam 2 laki laki dan 4 wanita.

(Siroh Nabawiyah Shahih karya DR Akrom Al Umari 1/113)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

 

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA

Berikut ini adalah kumpulan artikel terkait masalah Riba yang pernah di posting di portal ini. Semoga bermanfaat.

  1. Seuntai Nasehat : RIBA !!!
  2. Paham Riba Tapi Kenapa Masih Kerja Di Bank..?
  3. Dana Riba… Mengapa Dikumpulkan dan Dimanfa’atkan..?
  4. Dapat Hadiah Dari Orang Yang Bisnisnya RIBA, Ditolak..?
  5. Kerja Di Tempat RIBA Tapi Kenapa Do’a Di Kabulkan..?!
  6. Bagi Yang Masih Menikmati Atau Berkecimpung Di Dunia RIBA
  7. Riba Fadhl… Meluruskan Pesan Berantai… (RALAT)
  8. Tentang Menerima Makanan Dari Orang Yang Bekerja Di Bisnis RIBA
  9. Lebih Besar Dari Riba
  10. Riba, Zinah, Penyebar Issue, Penceramah Yang Tidak Mengamalkan Ilmunya, dll… Diantara Penyebab Adzab Kubur #3
  11. Hasil Akhir Pemakan RIBA…
  12. Laknat Bagi Para Pendukung Riba
  13. Pekerjaan Haram Dan Tidak Mampu Beribadah Dengan Semestinya
  14. Transaksi Riba (Giro Diuangkan Dimuka)
  15. Penyaluran Harta Riba Untuk Cat Tembok Rumah
  16. Bolehkah Beribadah Di Masjid Yang Dibangun Dengan Uang Haram..?
  17. Membayar Hutang Ribawi Dengan Hutang Ribawi Juga
  18. Apakah Dana Pensiun PNS Riba..?
  19. Ikut Pergi Dengan Teman Yang Bekerja Di Bank Ribawi
  20. Terlilit Hutang Riba
  21. Membuat Aplikasi Yang Dipakai Bank Ribawi
  22. Bonus Dari Keuntungan Riba
  23. Bekerja Di Toko Yang Melakukan Transaksi Riba Dengan Bank
  24. ….

=======
penyaluran dana riba dan syubhat untuk beberapa kegiatan terkait kemaslahatan ummat seperti pembuatan fasilitas air bersih, jaringan pipa air bersih, wc umum, sumur, paving jalanan, dan sejenisnya.

Akibat Selalu Di Shof Belakang…

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

“Tidaklah suatu kaum mengakhirkan (yaitu menuju masjid) hingga Allah akan mengakhirkan mereka”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rohimahullah menjelaskan :

إن الإنسان كلما تأخر عن الصف الأول والثاني أو الثالث (أي في الصلاة)
ألقى الله في قلبه محبة التأخر في كل عمل صالح والعياذ بالله.

“Tatkala manusia terlambat mendatangi shalat dari menempati shaf pertama, kemudian (shalat berikutnya) terlambat lagi shaf kedua, kemudian shaf ketiga (apalagi sengaja terlambat/ ketinggalan shalat berjamaah), maka Allah buat hatinya suka mengakhirkan semua amal shalih.”

(Syarah Riyadhus Shalihin 5/111)

Ustadz Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى 

Hukum Menjawab Salam Seseorang Sebelum Ia Melakukan Kemaksiatan…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Senantiasa Menjaga Akhlak Dalam Bergaul

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Amal Yang Paling Berat Ada Tiga…

Imam asy-Syafi’i rohimahullah berkata,

“Amal yang paling berat ada tiga,

⚉  dermawan ketika kondisi serba sedikit,

⚉  bersikap waro’ atau menjauhi keharaman
tatkala bersendirian, dan

⚉  mengucapkan kebenaran di hadapan orang
yang diharapkan dan ditakuti.” 

[Al-Fawa’id wa al-Akhbar wa al-Hikayat, Hal. 133]

Imam asy-Syafi’i rohimahullah wafat di tahun 204 Hijriyah. Beliau adalah seorang Ulama besar, pendiri dan pemrakasa madzhab Syafi’i yang merupakan madzhab yang banyak dianut di bumi pertiwi nusantara ini.

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syaafi’ bin As-Saaib bin ‘Ubaid bin ‘Abd Yaziid bin Haasyim bin Al-Muthollib bin ‘Abdi Manaaf, sehingga nasab beliau bermuara kepada Abdu Manaaf kakek buyut Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Muthollib adalah saudaranya Hasyim ayahnya Abdul Muthholib kakek Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kepada Syafi’ bin As-Saaib penisbatan Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah (lihat Siyar A’laam An-Nubalaa 10/5-6 dan Tobaqoot Asy-Syaafi’iyah Al-Kubro 2/71-72)

 

Kaidah Ushul Fiqih Ke 62 : Setiap Perkara Yang Tidak Ada Batasannya Dalam Syariat Maka…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-61) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 62 🍀

👉🏼  Setiap perkara yang tidak ada batasannya dalam syariat maka batasannya adalah dengan ‘urf (kebiasaan). Seperti redaksi dalam akad.

Penjelasan :
Perkara perkara agama ada yang telah diberi batasannya dan tata caranya oleh syariat. Seperti tata cara sholat, haji, shoum dan sebagainya.
Ada juga yang tidak diberi batasan oleh syariat, maka jenis seperti ini batasannya dikembalikan kepada adat kebiasaan masyarakat selama tidak bertentangan dengan syariat.

⚉  Contohnya redaksi akad. Atas pendapat yang rajih boleh dikembalikan kepada kebiasaan di sebuah masyarakat.

⚉  Contohnya lagi jarak safar. Tidak ada batasannya dalam syariat, maka dikembalikan kepada ‘urf yang ada.

⚉  Contohnya lagi berbakti kepada orang tua. Tidak ada batasannya dalam syariat. Maka semua yang menurut ‘urf termasuk berbakti maka itu disyariatkan.

👉🏼  Tapi jika bertabrakan dengan syariat maka haram, seperti berbakti kepada orang tua dengan cara sujud dan ruku kepada keduanya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Itulah Amal

Tholhah bin ‘Ubaidillah berkisah..

“Ada dua orang dari daerah Baliy datang ke Rosulullah..
Keduanya pun masuk islam..
Namun yang pertama lebih bersungguh-sungguh dari yang kedua..

Suatu ketika yang pertama ikut perang dan mati syahid..
Sedangkan yang kedua hidup setelahnya setahun, lalu meninggal..”

Tholhah berkata..
“Lalu aku bermimpi seakan aku berada di sisi pintu surga..
Kedua orang itu ada di sana..

Keluarlah seseorang dari surga..
Ia menyuruh (orang) yang kedua untuk masuk surga..
Setelah itu (orang) yang pertama baru diizinkan masuk surga..”
Lalu dikatakan kepadaku: “Pulanglah, belum waktunya untukmu..”

Di pagi harinya Tholhah menceritakan mimpinya ke orang-orang..
Mereka merasa heran..

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda..
“Mengapa kalian heran ?”

Mereka berkata:
“Wahai Rosulullah..

(orang) yang pertama lebih bersungguh sungguh dan mati syahid..
sedangkan (orang) yang kedua ternyata masuk surga dahulu..”

Beliau bersabda:
“Bukankah ia hidup setelahnya (selama) setahun..?

Bukankah ia mendapati ramadhan dan sholat sekian banyak dalam setahun..?!” (dalam riwayat Ahmad: “1800 kali sholat..”)

Mereka berkata: “Benar..”

Beliau bersabda: “Derajat keduanya sejauh langit dan bumi..”

[HR. Ibnu Majah no 3925]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Bila Ingin Hidupmu Bahagia…

Bila ingin hidupmu bahagia..
maka hiduplah di dunia sesuai keridloan Robbmu…
Bukan Sesuai keinginanmu saja..

Taati perintahNya, dan jauhi laranganNya..
Sabarlah di atas itu semua..
Agar kamu mendengarkan ucapan Allah di surga kepadamu:

سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Keselamatan atasmu karena kesabaranmu. Ini adalah sebaik baik tempat tinggal.”  [Ar Ra’du: 24]

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Menebar Cahaya Sunnah