FIQIH Ad Da’wah – 05 – Pada Asalnya Dalam Masalah Ibadah Itu Menunggu DALIL

Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 04 – Kewajiban Itu Sesuai Dengan Kemampuan  – bisa di baca di SINI
.
=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. kitab dhowaabit dan qowaaid fiqih ad da’wah..

⚉ KAIDAH KE-5 : PADA ASALNYA DALAM MASALAH IBADAH ITU MENUNGGU DALIL

Artinya : Tidak boleh seseorang melakukan suatu perbuatan atau mengucapkan suatu ucapan atau meyakini suatu keyakinan dengan tujuan untuk ibadah kecuali benar-benar telah ada dalil dari Allah dan Rosul-Nya yang mengizinkannya.

‎قال شيخ الإسلام رحمه الله: (فجماع أئمة الدين أنه لا حرام إلا ما حرّمه الله ورسوله، ولا دين إلا ما شرعه الله ورسوله، ومن خرج عن هذا وهذا فقد دخل في حرب من الله، فمن شرع من الدين ما لم يأذن به الله، وحرم ما لم يحرم الله ورسوله فهو من دين أهل الجاهلية). الفتاوى الكبرى ٢/٩٣

⚉ Syaikhul Islam rohimahullah berkata, “Dan kesepakatan para ulama agama bahwa tidak ada yang haram kecuali yang diharamkan oleh Allah dan Rosul-Nya.. tidak ada agama kecuali yang disyariatkan oleh Allah dan Rosul-Nya.. Maka siapa yang keluar dari batasan-batasan ini, sungguh ia telah masuk dalam peperangan melawan Allah. Siapa yang mensyariatkan dari agama sesuatu yang Allah tidak izinkan atau mengharamkan apa yang tidak pernah Allah dan Rosul-Nya mengharamkannya, maka itu termasuk agama jahiliyah..” (Al Fatawa Al Kubro jilid 2 halaman 93)

⚉ DALIL daripada kaidah ini:

1️⃣ (QS Al Imran : 31)

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..”

⚉ Kata Ibnu Katsir rohimahullah, “Ayat ini menghakimi setiap orang yang mengaku-ngaku mencintai Allah tapi ia tidak sesuai dengan tata cara Nabi Muhammad ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam..”

2️⃣ ( QS Al An’am : 153 )

‎{وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [الأنعام : 153]

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa..”

3️⃣ ( QS Al A’raf : 3 )

{اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ} [الأعراف : 3]

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)..”

4️⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.

“Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan (agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak..” (HR. Al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

⚉ CONTOH PRAKTEK dalam dakwah:

1️⃣ Ibnu Taimiyah rohimahullah mengatakan, “Tidak boleh seorangpun membuat sebuah sunnah atau tata cara dzikir/do’a yang tidak disunnahkan lalu kemudian dijadikan sebagai ibadah yang terus-menerus dilakukan oleh manusia..”

Tidak boleh seorang da’i membuat buat do’a sendiri seperti yang kita lihat dizaman kita sekarang yaitu dzikir Al Ma’tsurot. Al Ma’tsurot itu :
1. Banyak hadits-hadits palsu dan dhoif jiddan.
2. Buatan Hasan al Banna.

Namun itu dijadikan sesuatu yang terus-menerus bagaikan sunnah Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam.. maka ini bisa jatuh kedalam bid’ah.

2️⃣ Tidak boleh seseorang mengikuti ketergelinciran ulama. Karena kewajiban kita itu mengikuti Allah dan Rosul-Nya. Demikian pula tidak boleh kita menjadikan seseorang yang kita fanatik kepadanya, yang memberikan loyalitas dan permusuhan kepadanya selain Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Kewajiban kita hanya fanatik kepada Allah dan Rosul-Nya.. adapun selainnya, mereka manusia yang bisa salah dan bisa benar.

Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
.
.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.