All posts by BBG Al Ilmu

Bayangkan…

Bayangkan..

Dahulu hubungan Kholid bin al Walid dengan Saad bin Al Waqqash tidak harmonis..

Suatu hari ada seseorang mencaci Kholid di sisi Saad..
Saad berkata, ‘Jangan ! sesungguhnya yang terjadi di antara kami tidak sampai kepada agama kami…’
(riwayat Ath Thabrani…)

Bayangkan..
Bila kita membenci seseorang..
lalu ada orang yang memburuk burukkan yang kita benci..
seringnya kita merasa puas..
bahkan membantu memburukkannya..
memang..
susah sekali menjaga hati..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da0407141425

INGAT..!!!

Allah Subhaana waTa’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HARAM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU.” (QS. At Taubah: 36)

Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:
“Allah Ta’ala berfirman, “MAKA JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al haram juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)

Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, dosa-dosa di dalamnya dilipatgandakan.”
.
Empat bulan Haram tersebut adalah: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, Muharrom, Rojab.
.
Lalu beliau (Ibnu Katsir rohimahullah) membawakan atsar dua sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Ibnu Abbas  rodhiyallahu ‘anhumaa dan Abu Qatadah rodhiyallahu ‘anhu yang menguatkan ucapan beliau.

Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan haram itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar.” (Latho-if Al Ma’arif – 207)

Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezhaliman di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezhaliman pada bulan-bulan lainnya.”

Wallahu a’lam

Pelajaran Dari Kehidupan…

Ketika sukses, teman-teman akan tahu siapakah Anda. Tapi, ketika gagal, Anda akan tahu siapakah teman-teman yang sebenarnya.

Ketahuilah hakekat ini, agar Anda tidak kaget dan kecewa.. agar Anda siap menghadapinya dan memakluminya.

Jangan terlena dengan kesuksesan, sebaliknya jangan putus asa dengan kegagalan, karena kita adalah umat pertengahan.. maka hadapilah semuanya dengan proporsional dan sewajarnya.

Hal ini telah lama disiratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:
“Cintailah orang yang kau cintai dengan sewajarnya, karena bisa jadi suatu hari dia akan menjadi orang yang kau benci.
Dan bencilah orang yang kau benci dengan sewajarnya, karena bisa jadi suatu hari dia akan menjadi orang kau cintai.” [HR. Attirmidzi:1997, disahihkan oleh Syeikh Albani]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

Tata Cara Sholat Dhuha Dan Dalil-nya…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

ARTIKEL TERKAIT
FIQIH – Keutamaan Sholat DHUHA…
JANGAN Lupa DZIKIR Setelah Sholat DHUHA…
Apakah Sholat Syuruq Itu Termasuk Sholat Dhuha..?
Bolehkah Sholat Dhuha Di Dawam/Rutin-kan..?
Bolehkah Berharap Dilapangkan Rezeki Melalui Sholat Dhuha..?
Bolehkah Tahajjud Dan Dhuha Dilakukan Selama Safar..?

Aku Heran…

Sebuah petuah mengatakan:

“Aku heran dengan tiga orang:

1. Orang yang selalu mengejar harta, padahal harta itu pasti meninggalkannya.

2. Orang yang khawatir dengan rezekinya, padahal Allah pasti memberikan rezekinya.

3. Orang yang membangun istana untuk dirinya, padahal kuburanlah tempat tinggalnya.”

———–

Berusahalah mencari dunia semampunya, jangan sampai melanggar batas-batasNya…

Dan agar Anda selalu bahagia dalam setiap keadaan; berusahalah untuk MENIKMATI dan mensyukuri jalan takdir Anda.

Semoga bermanfaat…

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da0110162220

Indikator di Bulan Syawwal…

Di dunia ini tidak ada yang bisa tahu dengan pasti apakah puasa Ramadhannya diterima atau tidak oleh sang Khaliq.

Namun ada sebuah indikator di bulan Syawwal ini.
Indikator itu bernama puasa 6 hari di bulan Syawwal.”

Sebuah kaidah di tengah para ulama berbunyi:

Balasan dari sebuah kebaikan (yang diterima) adalah kebaikan berikutnya.”

Saudaraku,
Jika puasa Ramadhan anda diterima, niscaya jiwa ini tidak akan kesulitan dalam memilih 6 hari saja dari 1 bulan untuk kembali berpuasa.

Selamat berpuasa…

(Lathaiful Ma’aarif hal. 311 dengan perubahan redaksi)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

da3006171440

Kapan Mulai Takbiran..?

Soal:
Ustadz ana mau bertanya tentang kapan boleh mulai bertakbir di hari raya iedul fithri? Ana masih bingung.

Jawab:
Para ulama berbeda pendapat kapan memulai takbir di hari raya iedul fithri menjadi dua pendapat:

PERTAMA: Mulai malam iedul fithri. Ini adalah pendapat imam Asy Syafii dan dibela oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.
Dasarnya adalah lahiriyah ayat:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 

Dan hedaklah kamu sempurnakan bilangan (ramadlan) dan hendaklah kamu bertakbir atas hidayah yang Allah berikan dan agar kamu bersyukur.” 
(Albaqoroh: 185)

Sedangkan malam ied telah sempurna bilangan ramadlan.

KEDUA: Mulai dari keluar rumah di pagi hari menuju lapangan sampai imam naik berkhutbah. ini adalah pendapat Malik, Al Auza’iy dan Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.
Dasarnya adalah hadits ibnu umar: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar di dua hari raya bersama Al Fadll bin Abbas, Abdullah bin Abbas, dan beberapa shahabat lainnya sambil mengangkat suaranya dengan tahlil dan takbir.”
[ HR ibnu Khuzaimah dan Al Baihaqi ]

Namun dalam sanad hadits ini ada tiga cacat:
1. ibnu akhi ibnu wahb namanya Ahmad bin Abdurrahman, ia dlo’if.
2. Abdullah bin Umar Al ‘Umari juga dlo’if.
3. Riwayat yang marfu ini diselisihi oleh perawi lain yang lebih tsiqoh yaitu Abu Hammam Al Waliid bin Syujaa’ yang ditsiqohkan oleh ibnu hajar al asqolani, dimana ia meriwayatkannya secara mauquf dari perbuatan ibnu Umar.
Demikian pula wakie’ bin aljarrooh meriwayatkan dari abdullah bin umar secara mauquf.
Sehingga periwayatan yang marfu adalah syadz.

Sebagian ulama ada yang menghasankan dengan alasan bahwa ada penguatnya dari mursal azzuhri. Namun mursal Azzuhri ini tidak dapat menjadi penguat karena dua alasan:
1. Ia berasal dari periwayatan ibnu abi dziib dari azzuhri. Yahya bin Ma’in mengatakan bahwa periwayatan ibnu abi dziib dari azzuhri adalah dlo’if.
2. Adanya keguncangan (mudltarib), karena riwayat azzuhri ini diriwayatkan dengan wajah yang berbeda; terkadang dinisbatkan kepada azzuhri, terkadang kepada manusia, dan terkadang kepada nabi shallallahu alaihi wasallam. 
Kesimpulannya hadits ini dlo’if.

Na’am, telah ada beberapa atsar dari sebagian shahabat dan tabi’in bahwa mereka memulai dari pagi hari iedul fithri.
Namun yang menjadi masalah adalah apakah dzahir ayat lebih didahulukan ataukah atsar dari sebagian shahabat ?

Ana lebih condong kepada imam Asy Syafii karena lahiriyah ayat lebih didahulukan.

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Apakah Laylatul Qodr Hanya Diraih Oleh Mereka Yang I’tikaf Di Masjid Saja..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da210617-2132