All posts by BBG Al Ilmu

Ketika Kita Menjalankan Puasa Sunnah Dan Ada Yang Mengajak Makan, Apakah Kita Batalkan Puasa Sunnah..?

Bila kita sedang menjalankan puasa sunnah dan teman kita mengajak makan, apakah sebaiknya kita batalkan puasa untuk menyenangkan teman kita atau tetap lanjut puasa ?

Simak jawaban Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini:

Sesuatu Yang Paling Berharga Tapi Paling Disia-siakan

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Waktu adalah sesuatu yang paling berharga, tapi dia sekarang ini menjadi sesuatu yang paling murah di tengah-tengah kita.

Kita biasa melewati waktu demi waktu tanpa ada faedah apapun, bahkan kita biasa menghabiskan waktu demi waktu dalam perkara yang mendatangkan mudhorot.

Dan aku tidak sedang membicarakan satu orang saja, tapi aku sedang membicarakan kaum muslimin secara umum. Sekarang ini -sangat disayangkan sekali- mereka dalam keadaan lengah, terlena, dan lupa.

Mereka tidak bersungguh-sungguh dalam perkara agama mereka. Kebanyakan mereka dalam keadaan lengah dan bermewah-mewahan. Yang mereka lihat adalah apa yang bisa memanjakan badan mereka, walaupun harus merusak agama mereka.”

[Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin, 1/345].

———

Untukmu wahai saudaraku yang sedang membaca pesan ini… bila keadaan di atas menimpamu, maka cepatlah berubah, sebelum semuanya tinggal kenangan dan penyesalan… Ingatlah selalu firman Allah ta’ala (yang artinya):

“… hingga ketika KEMATIAN mendatangi salah seorang dari mereka, dia mengatakan: ‘Ya Robb, kembalikan aku (ke dunia lagi), sehingga aku bisa beramal shaleh pada apa yang dulu kutinggalkan’

Tentu itu tidak mungkin, tapi sungguh kalimat itu akan dia katakan”. [QS. Almukminun: 99-100].

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1611151954

Kapankah Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar..?

Dosa kecil menjadi dosa besar pada lima keadaan berikut ini:

1️⃣ Terus menerus.
melakukan dosa kecil secara terus menerus menjadikannya besar.
Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak terus menerus melakukan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imraan [3]: 135).

2️⃣ Meremehkan dosa.
Disebutkan hadits dalam Shohih Bukhari,

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قَالَ إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan.” (HR. Bukhari no. 6492).

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ المُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ

“Sesungguhnya orang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti ketika duduk di bawah gunung, dia takut kalau gunung tersebut jatuh menimpanya. Adapun orang yang fajir melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat (terbang) di depan hidungnya.” (HR. Bukhari no. 6308).

3️⃣ Merasa gembira dengan dosa.
Merasa gembira dengan dosa menyebabkan pelakunya tidak bertaubat dan terus menerus melakukannya. bahkan ketika ia terluput dari dosa, ia akan merasa sedih. padahal kata Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang merasa gembira dengan kebaikannya dan merasa sedih dengan keburukannya maka ia adalah mukmin.” (HR Ahmad)

4️⃣ Terang-terangan berbuat dosa.

عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah rodhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Robb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

5️⃣ Yang melakukannya adalah seorang pemuka yang diikuti.

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.” (HR Muslim)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

da0701160900

Semua Terserah Padamu

Akhi Ukhti…

Terkadang ada orang yang merasakan kerasnya hatinya
Sulit untuk menerima nasehat
Sulit untuk bertaubat
Susah untuk meneteskan air mata
Selalu gundah gulana
Hajatnya tidak terkabulkan…

Mungkin kiranya kau perlu melaksnakan nasehat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di bawah ini

((أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ؟ اِرْحَمْ الْيَتِيْمَ، وَامْسَحْ رَأْسَهُ، وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ، يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ)).

“Apakah kamu ingin hatimu lunak ? Dan Hajatmu dipenuhi ?

1. Sayangilah anak yatim
2. Usaplah kepalanya
3. Berilah ia makan dari makananmu

Niscaya hatimu akan lunak dan hajatmu akan kau dapatkan” [HR Thabrani dishahihkan al Albani].

Semua permasalahan itu ada jalan keluarnya
Segala problematika ada solusinya

Yang jadi masalah adalah ketika engkau tidak mau keluar dari masalahmu
sedangkan pintu terbuka lebar-lebar di hadapanmu

Engkau tinggal melangkah…
Tapi semua terserah padamu

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

da2204171320

TIGA Tingkatan Manusia – Ibnul Qoyyim rohimahullah

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar

(الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار)

yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Rozi dan Abu Hatim Ar-Rozi rahimahumallah.

da1608161445

Orang Yang Mendapat NIKMAT Kubur Merasakan Sebagian dari Nikmat SURGA dan Begitu Pula Sebaliknya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar

(الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار)

yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Rozi dan Abu Hatim Ar-Rozi rohimahumallah.

Banyak Yang Mengatakan Bahwa Harta Itu Segalanya

Tidak sadarkah mereka, bahwa banyak nikmat dunia yang tidak bisa diganti oleh uang, apalagi nikmat akhirat.

Memang, dengan uang seseorang bisa membeli obat, atau masuk RS tercanggih.. tapi belum tentu dia bisa sehat, atau sembuh dari sakitnya.. betapa banyak orang kaya yang sakit bahkan tersiksa oleh penyakitnya hingga ajal menjemputnya.. karena sehat tidak bisa dibeli dengan harta.

Memang, dengan uang orang bisa membeli ranjang terhalus dan ternyaman.. tapi itu tidak menjamin dia bisa tidur dengan nyenyak.. betapa banyak orang tidak bisa tidur, padahal dia bermalam di hotel paling mewah dan paling berkelas.. justru, banyak yang bisa tidur nyenyak dengan hanya beralaskan tikar dan beratapkan langit.

Memang, dengan uang orang bisa membeli makanan terlezat dan paling bergizi.. tapi belum tentu dia bisa menikmati rasanya, bahkan bisa jadi makanan sudah di depan matanya, tapi selera makan tiba-tiba hilang entah kemana.. selera makan ternyata tidak bisa dia beli dengan uang.

Memang, dengan uang orang bisa bertamasya dan bersenang-senang.. tapi belum tentu batin dia bahagia, betapa banyak orang yang sudah bergelimang harta, sudah mencari kesenangan hidup, tapi kebahagiaan masih tidak ia temukan.. bahkan ia malah mabuk-mabukan, pertanda banyak masalah dan kepenatan hidup yang ingin dia buang dan lepaskan.

Uang juga tidak akan bisa membeli akhlak, meski orang bisa membeli buku tentang akhlak..

Uang tidak bisa membeli waktu, meski bisa membeli jam paling baik sekalipun.. dan masih banyak lagi.

Intinya, sadarlah bahwa uang bukan segalanya.. tidak benar segalanya membutuhkan uang.. tapi yang benar segalanya membutuhkan pertolongan Allah.. tidak ada sesuatu pun yang bisa terjadi di alam ini kecuali atas kehendak Allah.

Oleh karenanya, mendekatlah kepadaNya, Anda akan mendapatkan semua yang Anda harapkan, bahkan lebih dari yang Anda harapkan.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Mari Kita Perbanyak Membaca Do’a Ini

Mari kita perbanyak membaca do’a ini..

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam senantiasa memperbanyak membaca do’a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Robbanaa Aatinaa Fid-Dunyaa Hasanah, wafil Aakhiroti Hasanah, wa Qinaa ‘Adzaaban-Naar

Artinya: “Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.”

Sesungguhnya do’a ini merupakan do’a yang paling singkat dan padat maknanya.

Bacaan do’a:

(رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً)

“Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di DUNIA, yaitu berupa:

➡ Istri sholihah
➡ Kendaraan yang nyaman
➡ Tempat tinggal yang menentramkan
➡ Dan kebaikan selainnya.

Demikian pula bacaan doa:

 (وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً)

“dan berilah kami kebaikan di akhirat”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di dalam kehidupan AKHIRAT, yaitu berupa:

➡ Hisab (Penghitungan amalan) yang mudah
➡ Menerima kitab catatan amalan dengan tangan kanan
➡ Menyeberangi Ash-Shirot (Jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam menuju Surga) dengan mudah
➡ Minum air telaga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
➡ Masuk Surga
➡ Dan selainnya dari segala kebaikan di negeri akhirat.

Oleh karenanya, do’a (sapu jagad) ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya, karena mengandung makna yang lengkap dan komprehensif.

(Syarah Riyadhush Sholihin Juz VI hal.16)

Kunci Sukses

Kunci sukses: “Ciptakan rutinitas sederhana, lalu pertahankan”.

=====

Keberhasilan itu bukan dari kuantitas usaha kita.. tapi dari kedisiplinan kita dalam merutinkan usaha.

Keberhasilan itu bukan dari besarnya usaha, atau tingginya cita-cita.. tapi dari kemampuan kita untuk menciptakan rutinitas sederhana yang bisa dilakukan sepanjang umur.

Tentunya, ini semua setelah taufiq dari Allah.

Maka, dari sekarang, putuskanlah untuk menciptakan rutinitas sederhana yang bisa mengantarkanmu kepada kesuksesan.. jangan terbebani oleh terciptanya kesuksesan itu sendiri.

Jangan sibukkan pikiranmu dengan menghapal Al Qur’an dari awal sampai akhir.. Tapi, sibukkan saja dirimu dengan menghapal setengah halaman setiap hari.

Jangan sibukkan diri memikirkan bagaimana mendapatkan bentuk badan yang atletis.. Tapi, khususkan saja waktu seperempat jam tiap hari untuk olahraga.

Jangan sibukkan dirimu dengan target mahir dalam disiplin ilmu tertentu.. Tapi, khususkan saja sedikit waktu tiap hari untuk membaca beberapa halaman tentang disiplin ilmu tersebut.

Jangan sibuk memikirkan diet yang ideal, atau target turun 30 kilo dalam dua bulan.. Tapi, buat saja kebiasaan makan sehat yang mudah dijalani sepanjang hidup.

Ingatlah, bahwa umur itu akan berjalan dengan sangat cepat.. oleh karenanya, ketika kita sudah menjalankan sebuah rutinitas dengan baik meski sederhana, maka setelah berjalan setahun atau dua tahun, kita akan mampu meraih apa yang menjadi target kita, atau bahkan melebihi target kita.. dan mungkin saja kita akan kagum sendiri dengan capaian itu.

Saya misalkan Anda memutuskan untuk mengkhususkan waktu:
1. 30 menit untuk menghapal Al Qur’an.
2. 15 menit untuk olahraga.
3. 15 menit untuk membaca kitab atau buku tentang disiplin ilmu yang anda inginkan.

Tentu setelah berjalan beberapa tahun yang tidak lama (bisa saja terasa seperti kedipan mata), Anda akan kaget sendiri, ternyata Anda sudah hapal Al Qur’an, sudah memiliki badan yang atletis, dan telah selesai membaca puluhan kitab atau buku.. padahal itu hanya dengan menyisihkan waktu 1 satu jam saja.. tentu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan waktu 23 jam yang banyak tersia-siakan setiap harinya.

Intinya sangat sederhana, untuk meraih sukses: “ciptakan rutinitas sederhana”.. itu akan berakhir dengan menumpuknya banyak hasil, dan terwujudnya apa yang kita cita-citakan, atau bahkan lebih dari itu.

Oleh karena itulah, sejak dahulu Nabi -shallallahu alaihi wasallam- telah menyabdakan: “Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang paling dirutinkan, meski hanya sedikit”. [HR. Bukhari: 6464, Muslim: 783].

[Dari pesan berbahasa arab dengan beberapa penyesuaian]

Silahkan dishare… semoga bermanfaat..

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى