Syarah Kitab Tauhid : 212 – 213 – 214

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

212.

213.

214.

 

ARTIKEL TERKAIT

Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

50 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

Malam Kamis tanggal 01 Februari, bertepatan dengan tanggal 11 Rojab, atau sekitar 50 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..
.
nb : angka 50 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Keadaan Seorang Hamba Di Kuburnya Seperti Keadaan Hati Di Dadanya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

حال العبد في القبر كحال القلب في الصدر، نعيماً وعذاباً، وسجناً وانطلاقاً.

“Keadaan hamba di kuburnya seperti keadaan hati di dadanya dalam kenikmatan, adzab, penjara dan kebebasan..” (Zaadul Ma’ad)

hati yang tertutup rapat dari menerima hidayah..
Terikat oleh hawa nafsu dan syahwat..
Iapun akan dimasukkan kedalam tempat yang sempit dan tertutup dalam jahannam..
Dalam keadaan diikat di tiang tiang..

Allah berfirman,

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُۗ (٥)

dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthomah itu..?

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ (٦)

(yaitu) api (adzab) Allah yang dinyalakan,

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ (٧)

yang (membakar) sampai ke hati.

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ (٨)

sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ (٩)

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

(Qs Al Humazah ayat 5-9)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Bahaya Ujub

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan..

Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan..

Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan..

Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu. Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan sholat, namun di pagi hari engkau merasa ujub..

Sesungguhnya orang yang ujub, amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah)..”

[ Madaarijus Saalikiin – 1/177 ]

MUTIARA SALAF : Memilih Sahabat Yang Baik

Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti rohimahullah berkata,

فالواجب على العاقل: أن يجتنب أهل الريب، لئلا يكون مريبا، فكما أن صحبة الأخيار تورث الخير، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر

“Orang yang berakal sehat wajib menjauhi orang-orang yang dicurigai agar dia juga tidak dicurigai.

Sebagaimana halnya bersahabat dengan orang-orang yang baik akan mewariskan kebaikan, demikian pula bersahabat dengan orang-orang yang buruk akan mewariskan keburukan..”

[ Raudhotul ‘Uqola wa Nuzhatul Fudhola – 109 ]

MUTIARA SALAF : Ketika Teman Kita Tergelincir Dalam Dosa

Yazid bin Al Ashom rohimahullah berkata,

“Dahulu ada seorang penduduk Syam yang badannya kuat. Ia sering mendatangi ‘Umar bin Khathab..

Suatu ketika ‘Umar kehilangan orang ini. Beliau bertanya, “Kemana Fulan bin Fulan..?”

Mereka berkata, “Wahai amirul mukminin, ia sekarang suka berbuat maksiat dengan minum arak..”

Maka ‘Umar memanggil sekretarisnya dan berkata, “Tolong tulis kepadanya..

من عمر بن الخطاب إلى فلان ابن فلان، سلام عليك، [أما بعد] : فإني أحمد إليك الله الذي لا إله إلا هو، غافر الذنب وقابل التوب، شديد العقاب، ذي الطول، لا إله إلا هو إليه المصير

“Dari ‘Umar bin Al Khathab kepada Fulan bin Fulan. Semoga keselamatan atasmu. Amma ba’du..

Sesungguhnya aku memuji Allah dihadapanmu. Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Dia. Dialah pengampun dosa, penerima taubat, dan Dia Maha keras siksa-Nya. Pemilik karunia. Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Dia dan kepada-Nya kita kembali..”

Kemudian ‘Umar berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Do’akanlah ia agar kembali ke jalan yang benar dan agar Allah memberinya taubat..”

Ketika surat ‘Umar sampai kepada laki laki itu, ia membacanya dan mengulang ulangnya..

Ia bergumam, “Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima taubat, dan Dia Maha Keras siksa-Nya. Dia mengancamku dengan siksa-Nya dan menjanjikan ampunan untukku..”

Kemudian iapun menangis dan bertaubat kepada Allah dengan sebaik-baik taubat.

Sampailah berita taubatnya kepada ‘Umar. Beliau berkata, “Demikianlah seharusnya yang kalian lakukan. Apabila melihat saudara kalian tergelincir, maka luruskanlah ia dan bimbinglah. Do’akan agar ia bertaubat. Dan jangan menjadi pembantu-pembantu setan untuk semakin menjauhkannya..”

(Tafsir Ibnu Katsir – Qs Ghafir)

Akibat Menjadikan Agama Sebagai Senda Gurau

Imam Malik berkata kepada Al Qo’nabi,

مهما تلاعبت به مِن شيء فلا تلاعَبَّن بِأمْر دِينك

“Bila kamu suka bersenda gurau maka jangan bersenda gurau dengan urusan agamamu..”

(Syarah I’tiqad Imam Al Lalikai)

Menjadikan agama sebagai senda gurau adalah sifat penduduk neraka.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَهْوًا وَّلَعِبًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۚ فَالْيَوْمَ نَنْسٰىهُمْ كَمَا نَسُوْا لِقَاۤءَ يَوْمِهِمْ هٰذَاۙ وَمَا كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ (٥١)

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami..” (Q.S. Al-A’raf ayat 51)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Istiqomah Dalam Setiap Keadaan

Nasehat indah dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah.

PERTANYAAN:

“Alhamdulillah saya istiqomah di atas agama Allah sejak sebulan yang lalu. Saya merasakan kekokohan ketika bersama sebagian ikhwah yang sholih. Ketika saya berpisah dengan mereka karena kesibukan dan pekerjaan saya, saya rasakan iman berkurang. Apa yang anda nasehatkan kepada saya..?”

JAWABAN:

“Kami wasiatkan kepadamu untuk senantiasa bersahabat dengan orang-orang sholih..

Ketika engkau berpisah dengan mereka karena sebagian kesibukanmu, bertakwalah (takut dan taat) kepada Allah subhanahu wata’ala dan ingatlah bahwa Allah senantiasa mengawasimu. Dia lebih agung daripada mereka.

● Allah subhanahu wata’ala berfirman,

{إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}

“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian..” [Qs. an-Nisa: 1]

● Allah subhanahu wata’ala juga berfiman,

{الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ}{وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ}

“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sholat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud..” [Qs. asy-Syu’aro: 218]

● Allah subhanahu wata’ala juga berfirman,

{لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا}

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita..” [Qs. at-Taubah: 40]

Allah senantiasa mengawasimu, bertakwalah kepada Allah. Ingatlah bahwa engkau di hadapan-Nya. Dia senantiasa melihatmu dalam keadaan apapun, taat maupun maksiat..

Hati-hatilah dari balasan Allah. Jangan berbuat perkara yang menyebabkan Dia murka kepadamu..

● Allah Jalla wa ’Alaa berfirman,

{وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ}

“Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya..” [Qs. Aali Imran: 28]

● Allah subhanahu wata’ala juga berfirman,

{وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ}

“Dan hanya kepada-Ku lah kamu harus takut (tunduk)..” [Qs. al-Baqoroh: 40]

Engkau wajib senantiasa jujur karena Allah, istiqomah di atas agama-Nya ketika sendirian, bersama teman-temanmu, dan di setiap tempat..

Engkau senantiasa diperhatikan dan diawasi oleh Allah. Dia mendengar ucapanmu dan melihat polah tingkahmu. Wajib bagimu untuk malu kepada Allah lebih besar daripada rasa malumu kepada keluargamu maupun selain mereka..”

[ Majmu’ Fatawa Abdul ‘Aziz bin Baz 9/39-40 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

55 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

hari ini Sabtu tanggal 28 Januari, bertepatan dengan tanggal 06 Rojab, atau sekitar 55 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..
.
nb : angka 55 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Menebar Cahaya Sunnah