Simak penjelasan Ustadz Dr Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
ARTIKEL TERKAIT
Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #1
Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #2
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
Simak penjelasan Ustadz Dr Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
ARTIKEL TERKAIT
Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #1
Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #2
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
Malik bin Nadhlah berkata:
“Aku mendatangi Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam dalam keadaan memakai baju yang jelek dan lusuh..
Beliau bersabda, “Apakah kamu memiliki harta..?”
“Punya..” jawabku.
Beliau bertanya lagi, “Harta apa..?”
Aku menjawab, “Semua harta telah Allah berikan kepadaku; unta, kuda, hamba sahaya dan kambing..”
Beliau bersabda,
إذا آتاك الله عز وجل مالا فلير عليك
“Apabila Allah memberimu harta, maka hendaklah terlihat pada dirimu..” (HR Ahmad dengan sanad yang shohih)
Namun bukan dengan memakai pakaian yang amat mahal karena itu termasuk pakaian syuhroh..
Akan tetapi pakaian yang bagus dan tidak jelek..
Sebagai rasa syukur kepada Allah atas pemberian-Nya..
Ibnul Jauzi rohimahullah berkata, “Salaf terdahulu memakai pakaian pertengahan; tidak terlalu mahal dan tidak jelek.. dan mereka memilih pakaian yang bagus khusus untuk sholat jum’at, hari raya dan bertemu dengan teman-teman..” (Al Muntaqo An Nafiis min Talbis Iblis hal. 256)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Orang yang mati diatas syirik tak akan masuk ke dalam surga selama lamanya…
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ
“Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah haramkan ia masuk surga dan tempatnya adalah neraka..” (Al Maidah: 72)
Tidak ada dosa yang lebih besar dari syirik..
Maka selayaknya kita merasa takut untuk terjatuh dalam syirik..
Dan tidak merasa aman darinya atau merasa tauhid kita telah hebat..
Sebagaimana Nabi Ibrahim berlindung kepada Allah dari kesyirikan…
Demikian pula Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam..
Padahal mereka adalah manusia yang paling mentauhidkan Allah ‘Azza wajalla..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
فعلى الإنسان أن يكون مقصوده نفع الخلق والإحسان إليهم مطلقا، وهذا هو الرحمة التي بعث بها محمد صلى الله عليه وسلم
“Setiap insan hendaklah berkeinginan untuk memberi manfaat kepada orang lain dan berbuat baik kepada mereka. Inilah rahmat yang Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam diutus dengan membawanya..”
(Jami’ul Masail 6/37)
Itulah jiwa mukmin yang mulia..
Selalu ingin memberi manfaat kapada orang lain..
Bukan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah mengatakan :
العبودية لله هي حقيقة الحرية، فمن لم يتعبد له، كان عابدا لغيره.
“Menjadi hamba Allah, itulah kemerdekaan yang hakiki, karena siapapun yang tidak menghamba kepada Allah, dia pasti menghamba kepada yang selain-Nya..”
[Syarah Akidah Wasithiyyah – 365]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Katanya:
“Dulu di zaman Nabi gak ada TV, begitu ada TV media ini dipakai untuk dakwah, begitu pula dengan musik..!”
=====
Sanggahan:
kalau TV gak ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; memang benar, maka tidak mungkin beliau gunakan sebagai media dakwah.
Tapi kalau alat musik, maka yang benar di zaman Beliau sudah ada, dan beliau tidak gunakan sebagai media dakwah.
Bahkan Beliau haramkan dan Beliau katakan: “Akan ada banyak orang yang menghalalkannya..” [HR. Bukhari: 5590].
Dan sabda beliau itu telah nyata terbukti di zaman ini, dengan banyaknya orang-orang di zaman ini yang menghalalkannya, bahkan oleh mereka yang bergelar Ustadz, Habib, Gus, dst..!
Maka bersabarlah wahai saudaraku yang berpegang teguh kepada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, teruslah bersabar sampai kita berjumpa dengan Beliau di telaganya, amin.
Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..
Al Imam Al Baghowi rohimahulloh berkata,
“Apabila seorang wanita berbicara dengan laki-laki asing (bukan mahrom), maka selayaknya ia berbicara dengan lantang (tidak mendayu-dayu) untuk mencegah hasrat buruk (para lelaki)..”
[ Ma’aalimuttanzil – 3/635 ]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Bahagia juga bagian dari takdir.
=====
Banyak orang tidak menyadari bahwa KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN di dunia merupakan nikmat Allah yang sudah tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi, setiap orang sudah Allah tentukan bagiannya sendiri-sendiri.
Apapun yang dilakukan manusia, ia takkan mampu meraih kebahagiaan melebihi jatah yang Allah tentukan untuknya.
Oleh karenanya, carilah kebahagiaan dan kesenangan dengan jalan yang halal, karena hasil akhirnya akan sama, tidak akan bisa berkurang ataupun bertambah dari yang telah Allah tentukan.
Ingat Sabda Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:
واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف
“Ketauhilah, bahwa apabila seluruh umat bersatu padu untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka takkan mampu memberikannya, kecuali yang telah Allah tetapkan untukmu..
(Sebaliknya), seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan bahaya atasmu, mereka tidak akan mampu menimpakannya, kecuali yang telah Allah tetapkan atasmu. PENA-PENA sudah diangkat dan LEMBARAN-LEMBARAN sudah kering..” [HR. Tirmidzi, 2516, shohih]
Apabila SELURUH umat tidak akan mampu menambahi SATU manfaat saja untuk kita, apalagi jika yang berusaha menambahinya hanya kita sendiri, atau segelintir orang saja..! Dan termasuk diantara manfaat tersebut adalah KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN.
Inilah salah satu buah manis dari IMAN kita kepada TAKDIR Allah ‘azza wajall, wallohu a’lam.
Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Jika mati karena wabah itu syahid.. bukan berarti kita boleh menyengaja terpapar wabah..!
Bukankah mati karena terbakar juga syahid.. mati karena tenggelam juga syahid..
Apa boleh sengaja membakar diri, apa boleh sengaja menenggelamkan diri..?!
Hati-hatilah dalam berfatwa, apalagi yang bisa mengorbankan nyawa banyak kaum Muslimin..
Ingat, fatwa kita juga akan dihisab oleh-Nya..!
Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى