All posts by BBG Al Ilmu

Waspadalah..!

Ketika kaki berat untuk melangkah menuju sholat..
Ketika hati riya berharap pujian manusia..
Ketika lisan jarang berdzikir kepada Allah..
Maka waspadalah karena penyakit munafiq telah ada di hati..

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya orang orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Apabila berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka riya (berharap pujian) manusia, dan mereka sedikit berdzikir kepada Allah.” (Annisaa:142)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil Haq – Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

Muqoddimah
Penghalang Ke-1
Penghalang Ke-2
Penghalang Ke-3
Penghalang Ke-4 (a)
Penghalang Ke-4 (b)
Penghalang Ke-5
Penghalang Ke-6
Penghalang Ke-7
Penghalang Ke-8
Penghalang Ke-9
Penghalang Ke-10
Penghalang Ke-11
Penghalang Ke-12
Penghalang Ke-13
Penghalang Ke-14
Penghalang Ke-15
Penghalang Ke-16
Penghalang Ke-17
Penghalang Ke-18
Penghalang Ke-19
Penghalang Ke-20
Penghalang Ke-21
Penghalang Ke-22
Penghalang Ke-23
Penghalang Ke-24
Penghalang Ke-25
Penghalang Ke-26
Penghalang Ke-27
Penghalang Ke-28
Penghalang Ke-29
Penghalang Ke-30
Penghalang Ke-31
Penghalang Ke-32
Penghalang Ke-33
Penghalang Ke-34

Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah

Kumpulan artikel dari pembahasan Kitab “Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola” – Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasyanya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan- karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

  1. Yang Di Rahasiakan Dari Manusia Harus Lebih Baik Daripada Yang Di Tampakkan Kepada Manusia
  2. Bila Anda Sedang Bersendirian
  3. Bila Anda Sedang FUTUR
  4. Perhatikan Apa Yang Membuat Hati Bahagia dan Sedih
  5. Senantiasa Memperhatikan Apa Yang Masuk dan Keluar Dari Hatinya
  6. Senantiasa Menjaga Hati
  7. Allah Akan Tampakkan Kelak Di Akhirat Apa Yang Tersembunyi Di Hati
  8. Senantiasa Menjaga Niat Karena dan Untuk Allah Semata
  9. Tentang Ikhlas Dalam Ibadah
  10. Orang Yang Bertakwa Akan Selaras Antara Ucapan dan Perbuatannya
  11. Senantiasa Memperhatikan Keadaan Dengan Penuh Waro’
  12. Hati Yang Bertakwa
  13. Jika Berhadapan Dengan Pilihan
  14. Senantiasa Bertakwa Di Mana Pun Engkau Berada
  15. Wajib Mempelajari Ilmu Yang Utama
  16. Jangan Pelit Dengan Ilmu Yang Dimiliki
  17. Jangan Malas Menuntut Ilmu
  18. Perbaiki Hati Sebelum Menuntut Ilmu
  19. Menuntut Ilmu Itu Ada Tingkatannya
  20. Ilmu Sebagai Hiasan Dan Penyelamat
  21. Tujuan Menuntut Ilmu Adalah Untuk Mengambil Manfa’atnya
  22. Tujuan Menuntut Ilmu Untuk Mengamalkannya
  23. Menuntut Ilmu Yang Bermanfaat Untuk Dunia dan Akhirat Di Setiap Hari
  24. Senantiasa Menjaga Lisan
  25. Senantiasa Berkata Jujur
  26. Senantiasa Tawadhu Dan Menjauhi Kesombongan
  27. Senantiasa Menjaga Akhlak Dalam Bergaul
  28. Anjuran Untuk Berteman Dengan Orang-Orang Sholeh Dan Larangan Untuk Berteman Dengan Orang-Orang Buruk
  29. Anjuran Untuk Menjauhi Sifat Rakus
  30. Larangan Tajassus  Dan Buruk Sangka
  31. Larangan Dengki Dan Membenci
  32. Anjuran Menjauhi Marah Dan Tidak Tergesa-Gesa
  33. Larangan Berharap Bantuan Dari Manusia
  34. Anjuran Untuk Menjauhi Meminta-Minta Kepada Manusia
  35. Anjuran Untuk Senantiasa Bertawakal Kepada Allah
  36. Anjuran Untuk Senantiasa Ridho dan Sabar
  37. Anjuran Untuk Mema’afkan Orang Yang Berbuat Buruk
  38. Larangan Menerima Perkataan Orang Yang Mengadu Domba
  39. Sifat Orang Mulia dan Hina
  40. Bermusyawarah Di Saat-Saat Penting
  41. Anjuran Untuk Senantiasa Menasehati Kaum Muslimin

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Bila Anda Sedang FUTUR

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

FUTUR : yaitu rasa malas, enggan, lamban dan tidak semangat, padahal sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh dan penuh semangat dalam menjalankan suatu ibadah. Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i dan penuntut ilmu.

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Ketika Fitnah Dianggap Sunnah…

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

” كيف أنتم إذا لبستكم فتنة يهرم فيها الكبير ، ويربو فيها الصغير ، ويتخذها الناس سنة فإذا غيرت قالوا : غيرت السنة ؟ قيل : متى ذلك يا أبا عبد الرحمن ؟ قال : إذا كثرت قراؤكم ، وقلت فقهاؤكم ، وكثرت أموالكم ، وقلت أمناؤكم ، والتمست الدنيا بعمل الآخرة .

“Bagaimana jika fitnah telah menerpa kalian. Seseorang menjadi tua di atas fitnah. Anak kecil tumbuh besar di atas fitnah. Hingga orang orang menganggap fitnah tersebut sebagai sunnah. Bila ada fitnah yang dirubah orang-orang menyangka ada sunnah yang telah dirubah ?”

Mereka bertanya, “Kapan itu terjadi wahai Abu Abdirrohman ?
Beliau menjawab, “Apabila qori-qori telah banyak, tapi ulamanya sedikit. Harta melimpah dan yang amanah sedikit. Dan dunia dicari melalui amalan akherat.”

(Diriwayatkan oleh Addarimi dengan sanad yang shahih dan AlHakim dalam mustadroknya no 8617)

Fitnah yang dimaksud disini adalah perkara yang menyimpang seperti syirik, bid’ah dan maksiat.

Bila seseorang tumbuh besar di atas penyimpangan maka ia akan menganggap bahwa itu sesuatu yang sunnah..
Saat ada orang yang mengingkarinya, justeru ia dianggap aneh..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

Bagaimana Berharap Do’a Kita Di Ijabah…

Seorang penyair berkata:

نحن ندعو الإله في كل كرب
ثم ننساه عند كشف الكروب 
كيف نرجو إجابة لدعاء 
قد سددنا طريقها بالذنوب

Kita berdo’a kepada Allah saat musibah menerpa..
Kemudian lupa kepada-Nya saat musibah telah pergi..
Bagaimana berharap do’a kita diijabah..
Sementara jalannya telah kita tutup dengan dosa..

(Jami’ul ulum walhikam 1/258)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Bila Anda Sedang Bersendirian

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Yang Dirahasiakan Dari Manusia Harus Lebih Baik Daripada Yang Ditampakkan Kepada Manusia

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kaidah Ushul Fiqih Ke 36 : Ganti Rugi (Dhoman) Hendaknya…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-35) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 36 🍀

👉🏼   Ganti rugi (dhoman) hendaknya dengan yang sama. Bila tidak mungkin maka dengan yang seharga.

Dalil kaidah ini adalah hadits Anas rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أهدت بعض أزواج النبي صلى الله عليه وسلم إلى النبي صلى الله عليه وسلم طعاما في قصعة فضربت عائشة القصعة بيدها فألقت ما فيها فقال النبي صلى الله عليه وسلم طعام بطعام وإناء بإناء

“Sebagian istri Nabi menghadiahkan satu nampan makanan. Lalu A’isyah cemburu dan memukul nampan tersebut sehingga makanan yang ada padanya tumpah. Nabi bersabda: Makanan diganti dengan makanan, dan bejana diganti dengan bejana (yang sama).”
(HR At Tirmidzi).

⚉    Misalnya bila kita menghilangkan satu sho kurma yang bagus, maka kita ganti dengan yang sama.

Sebagian ulama berpendapat bahwa barang yang wajib diganti dengan yang sama itu adalah apabila ditakar atau ditimbang dan cocok untuk “jual beli salam”(*).
Namun pendapat ini lemah bertabrakan dengan hadits di atas.

⚉    Apabila tidak memungkinkan dengan yang sama maka dengan yang seharga dengannya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
(*) Jual Beli Salam : akad pemesanan suatu barang dengan kriteria yang telah disepakati dan dengan pembayaran tunai pada saat akad dilaksanakan.
.
ref : https://pengusahamuslim.com/1154-jual-beli-as-salam.html
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP