Category Archives: BBG Kajian

Apa Maksud Kalimat ‘Sedekah Dengan Tangan Kanan Sedangkan Tangan Kirinya Tidak Mengetahuinya’

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Amalan Berpahala SEDEKAH : Keutamaan Memperpanjang Tempo Hutang…
DO’A Hindari Kemalasan, Kesedihan, Hutang, dll…
Antara Memperpanjang Tempo Pelunasan dan Menghapus Hutang, Mana Yang Lebih Utama..?
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Senantiasa Berkata Jujur

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى

  1. Sujud Syukur…
  2. Sujud Sahwi…
  3. Keutamaan Sujud Tilawah…
  4. Apakah Sujud Tilawah Harus Dalam Keadaan Berwudhu..?
  5. Wajib Mengikuti Imam dan Haram Mendahuluinya…
  6. Beberapa Udzur Yang Membolehkan Seseorang Tidak Ikut Sholat Berjama’ah Di Masjid…
  7. Siapa Yang Berhak Untuk Menjadi Imam..?
  8. Apa Syarat Imam Itu Sah Sebagai Seorang Imam..?
  9. Bolehkah Makmum Yang Berwudhu Bermakmum Kepada Imam Yang Tayamum..?
  10. Sholat Di Belakang Orang Fasik…
  11. Imam Berpaling Dari Kanan dan Kiri Saat Hendak Menghadap Ke Makmum…
  12. Apabila Tempatnya Imam Lebih Tinggi Daripada Tempat Makmum…
  13. Ma’mum Sholat Dibelakang Imam Tapi Ada Penghalang…
  14. Al Istikhlaf…
  15. Tempat Berdirinya Imam dan Ma’mum…
  16. Orang Yang Ruku’ Sebelum Masuk Shof…
  17. Sholat Satu Orang Dibelakang Shof Sendirian…
  18. Anjuran Menyambung Shof dan Ancaman Memutus Shof…
  19. Anjuran Shof Pertama Bagi Lak-Laki dan Shof Terakhir Bagi Wanita…
  20. Selama Jama’ah Sholat Lima Waktu Ditegakkan Maka Disebut Masjid Meskipun Tempatnya Kecil…
  21. Do’a Menuju, Masuk dan Keluar Masjid…
  22. Keutamaan Berjalan Kaki Menuju Masjid…
  23. Sholat Di TIGA Masjid dan Larangan Menghias Masjid…
  24. Larangan Menghias Masjid…
  25. Bolehkah Makan, Minum dan Tidur Di Masjid..?
  26. Larangan Mem-Booking Tempat Khusus Di Masjid…
  27. Sutroh…
  28. Apa Yang Membuat Sholat Itu Terputus..?
  29. Apa Saja Yang Boleh Dilakukan Dalam Sholat – PART 1
  30. Apa Saja Yang Boleh Dilakukan Dalam Sholat – PART 2
  31. Apa Saja Yang DILARANG Dilakukan Dalam Sholat – PART 1
  32. Apa Saja Yang DILARANG Dilakukan Dalam Sholat – PART 2
  33. Qodho Sholat…
  34. Sholatnya Orang Yang Sakit…
  35. Sholat Khauf #1
  36. Sholat Khauf #2
  37. Qoshor Dalam Safar
  38. Berapa Jarak Yang Boleh Kita Meng-Qoshor Sholat
  39. Tempat Mulainya Qoshor
  40. Sholat Sunnah Dalam Safar
  41. Menjama’ Dua Sholat
  42. Haruskah NIAT Dan MUWALAH Dalam Jama’ Dan Qoshor..?
  43. Keutamaan Hari Jum’at
  44. Anjuran Untuk Banyak Berdo’a Di Hari Jum’at
  45. Anjuran Untuk Memperbanyak Sholawat dan Salam Di Hari Jum’at
  46. Anjuran Untuk Bersegera Menuju Sholat Jum’at
  47. Adab Sholat Jum’at #1
  48. Adab Sholat Jum’at #2
  49. Adab Sholat Jum’at #3
  50. Adab Sholat Jum’at #4
  51. Adab Sholat Jum’at #5
  52. Adab Sholat Jum’at #6
  53. Adab Sholat Jum’at #7
  54. Adab Sholat Jum’at #8
  55. Adab Sholat Jum’at #9
  56. Adab Sholat Jum’at #10
  57. Adab Sholat Jum’at #11
  58. Adab Sholat Jum’at #12
  59. Berkumpulnya Hari Raya dan Jum’at Di Satu Hari
  60. Sholat 2 Hari Raya
  61. Waktu Sholat 2 Hari Raya
  62. Sifat Sholat 2 Hari Raya
  63. Surat Yang Dibaca Dalam Sholat Hari Raya
  64. Qodho’ Sholat Hari Raya
  65. Keringanan Untuk Bermain Saat Hari Raya
  66. Keutamaan Beramal Sholih Di 10 hari Pertama Dzulhijjah
  67. Takbir Idul Fitri dan Takbir Idul Adha
  68. Zakat
  69. Wajib Zakat Dan Nishob
  70. Adakah Kewajiban Zakat Pada Harta Anak Kecil Dan Orang Gila..?
  71. Wajib Zakat Namun Berhutang
  72. Mengeluarkan Zakat Ketika Telah Sampai Nishob Tapi Belum Haul
  73. Zakat Emas Dan Perak Dan Kaitannya Dengan Zakat Uang
  74. Zakat Perhiasan
  75. Adakah Wajib Zakat Pada Barang Dagangan..?
  76. Zakat Tanaman dan Buah-Buahan #1
  77. Zakat Tanaman dan Buah-Buahan #2
  78. Zakat Tanaman dan Buah-Buahan #3
  79. Zakat Hewan Unta dan Sapi
  80. Zakat Hewan Kambing
  81. Mengumpulkan dan Memecah
  82. Memberikan Stempel Pada Hewan Zakat dan Zakat Harta Karun
  83. Adakah Zakat Dari Barang Tambang dan Dari Kekayaan Laut..?
  84. Telah Wajib Zakat Namun Hartanya Binasa Sebelum Membayar Zakat
  85. Kewajiban Zakat Tidak Gugur Meskipun Diakhirkan
  86. Zakat : Faqir dan Masaakin
  87. Zakat : Aamilin
  88. Zakat : Muallaf
  89. Zakat : Arriqoob, Al Ghoorimun dan Fii Sabiilillah
  90. Zakat : Ibnu Sabiil
  91. Yang Tidak Boleh Menerima Zakat
  92. Bolehkah Seorang Istri Memberikan Zakatnya Kepada Suaminya Yang Miskin..?
  93. Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Orang Yang Suka Berbuat Maksiat..?
  94. Hukum Memindahkan Zakat
  95. Hukum Memberikan Zakat Kepada Orang Yang Dikira Mustahik Padahal Bukan
  96. Keutamaan Sedekah Saat Kita Pelit Dan Sehat
  97. Sedekah Dengan Bukan Harta
  98. Sedekah Dengan Tanaman
  99. Zakat Fitr #1
  100. Zakat Fitr #2
  101. Zakat Fitr #3
  102. Ada Hak Selain Zakat Dalam Harta Kita
  103. Sedekah Sunnah

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-31

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 30) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 31 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah…

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran yaitu…

تقاعس أهل الحق

⚉  Orang-orang yang berpegang kepada kebenaran, bermalas-malasan untuk membela kebenaran. Sehingga akhirnya kebathilan semakin laris ditengah-tengah masyarakat.

Terlebih ketika membela kebenaran itu ternyata cukup berat karena harus menghadapi tantangan yang luar biasa.

Sehingga kemudian pemegang kebenaranpun menjadi pengecut, menjadi penakut dan yang lainnya, akibatnya kebenaranpun tertutupi oleh kebathilan.

⚉  Ibnu Qutaybah berkata dalam Kitab Al Ikhtilaf (hlm 60)

وإنَّما يقو ى الباطل بالسكو ت عنه

“Kebathilan itu menjadi kuat jika didiamkan.”

⚉  Ibnu ‘Aqil Alhambali berkata, dalam kitab Syifaa’ush-shuduur (hlm 147)

‎لو سكت الْمُحِقُّون، ونطق المبطلو ن لتعوَّ د البشر ما شاهدوا، وأنكروا ما لَمْ يشاهدوا

“Bila orang-orang yang berpegang kepada kebenaran itu diam, dan orang-orang yang diatas kebathilan itu berbicara, maka orang-orang akan terbiasa, menjadi terbiasa sesuai dengan apa yang mereka saksikan, dan mereka akan mengingkari apa yang mereka tidak saksikan.”

Maka tidak aneh ketika kebenaran itu menjadi sedikit, kebathilan itu menjadi banyak. Orang akhirnya menganggap kebathilan itulah sebagai sebuah kebenaran.

👉🏼  Maka dari itulah kewajiban orang yang berpegang kepada kebenaran untuk terus semangat, tidak diam walaupun tantangan berat.

⚉  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Arrisaalah atadmuriyah (hlm 194)

و كلَّما ضعف من يقوم بنور النبوَّة قو يت البدعة

“Setiap kali lemah, orang yang berpegang kepada sunnah nabi dalam menyampaikan sunnah, dalam membela sunnah. Maka bid’ah menjadi kuat disaat itu.”

Maka disaat itu kita tidak boleh lemah, terus dan terus kita perjuangkan sekuat tenaga, jangan takut dengan celaan orang yang mencela, cacian orang yang mencaci.

👉🏼  Maka kewajiban orang-orang yang berpegang kepada kebenaran itu, harus jangan takut cercaan orang yang mencerca.

⚉  Al Allamah ibnu Waziir berkata:

ولو أن العلماء ؛ تر كوا الذبَّ عن الحقَّ ، خو فًا من. كلام الخلق، لكانوا قد أضاعوا كثيرًا، و خافوا حقيرًا

“Kalaulah para Ulama tidak mau membela kebenaran karena takut dari ucapan-ucapan manusia, maka berapa banyak kebenaran yang akan hilang.” (Dalam Kitab Al-‘Awasim wa Al-Qawasim jilid 1/hlm 223)

Maka dari itulah kita lihat bagaimana kehebatan Syaikhul Islam dalam membela kebenaran, walaupun akhirnya Beliau dimasukan ke penjara gara-gara ahli bid’ah itu melaporkan ke penguasa dengan berbagai macam tuduhan-tuduhan yang dusta. Tapi Beliau tetap kuat didalam menyampaikan kebenaran.

👉🏼  Maka dizaman inipun juga kita harus kuat, sabar dalam menyampaikan kebenaran, walaupun mereka ahli bid’ah berusaha mem-bully para ustadz-ustadz sunnah, berusaha untuk menjatuhkan, bahkan membunuh karakternya.

Tapi kita tidak boleh diam dan terus dan terus kita sampaikan, sampai Allah memberikan kemenangan. Atau kita wafat dalam keadaan mulia.

Karena ini kewajiban setiap orang yang berpegang kepada kebenaran untuk tidak tinggal diam. Dan ini termasuk jihad yang besar, yaitu membela Sunnah Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam.

⚉  Makanya Yahya bin Yahya Tamimi (guru Imam Bukhori) berkata: “Membela sunnah lebih aku sukai daripada berjihad dengan pedang dan panah.”

Ketika dikatakan, bukankah berjihad dengan pedang dan panah lebih melelahkan. Ternyata membela sunnah lebih baik, kata Yahya, “iya, bahkan jauh sekali perbedaannya.”

👉🏼  Ini pahala besar sekali, untuk kita benar-benar berjihad dengan cara membela sunnah, membantah kebid’ahan, kebathilan agar manusia faham tentang hakikat kebenaran itu.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Benarkah Yang Diam Selalu Lebih Selamat Dibanding Yang Berbicara..?

Benarkah yang diam selalu lebih selamat dibanding yang berbicara?

Simak jawabannya pada penjelasan Imam Ibnu Al Qayyim berikut ini:

“Pada lisan manusia terdapat dua petaka besar, bila engkau terhindar dari satunya, sering kali engkau tidak dapat terhindar dari yang lainnya:
1. Petaka berbicara
2. Petaka diam.

Dan bisa jadi ada saatnya, dosa masing masing dari keduanya lebih berat dibanding dosa yang lainnya.

Orang yang diam membisu sehingga tidak menyampaikan kebenaran, bila ia tidak sedang dalam kondisi takut akan keselamatan dirinya, maka ia adalah setan bisu dan pelaku maksiat kepada Allah, riya’ lagi penjilat .

Sedangkan orang yang berbicara dengan kebatilan maka ia adalah setan crewet, dan pelaku maksiat kepada Allah.

(Ad Daaú wa Ad Dawa’ oleh Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah 70)

Edisi berlatih bijak nan cerdas

Ustadz Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Kaidah Ushul Fiqih Ke 61 : Kata ‘KAANA’ كان Mempunyai Makna Dawam (terus menerus) Kecuali…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-60) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 61 🍀

👉🏼  Kata “KAANA”  [ كان  ] mempunyai makna dawam (terus menerus) kecuali bila ada indikasi yang menunjukkan bukan untuk dawam.

⚉  Contohnya hadits:

كان النبي إذا قام من الليل يشوص فاه بالسواك

“Kaana (adalah) Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila bangun dari tidurnya menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR Bukhari dan Muslim).

⚉  Contohnya juga:

كان يفتتح الصلاة بالتكبير

“Kaana (adalah) Beliau membuka sholatnya dengan takbir.” (HR Muslim).

⚉  Contohnya juga:

كان إذا دخل الخلاء قال اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث

“Kaana (adalah) beliau apabila masuk wc mengucapkan: Allahumma inni a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaaits.” (HR Bukhari dan Muslim)

👉🏼  Terkadang “KAANA” tidak mempunyai makna dawam.

⚉  Contohnya hadits:

كان يقرأ في صلاة الجمعة بسبح والغاشية

“Kaana (adalah) beliau membaca di sholat Jum’at dengan surat sabbihis dan al ghosyiyah.” (HR Muslim)

Diketahui tidak dawam karena disebutkan dalam hadits lain bahwa beliau membaca di sholat Jum’at dengan surat al Jumu’ah dan al Munafiqun (HR Muslim).
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Senantiasa Menjaga Lisan

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kaidah Ushul Fiqih Ke 60 : Semua Anggota Tubuh Yang Terpisah, Hukumnya…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-59) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 60 🍀

👉🏼  Semua anggota tubuh yang terpisah, hukumnya sama dengan mayatnya dari sisi suci atau tidaknya.

Contohnya :

⚉  Bagian tubuh manusia yang terlepas adalah suci tidak najis, karena mayat manusia tidak najis.
⚉  Bagian tubuh belalang yang terlepas adalah suci tidak najis karena bangkai belalang tidak najis.

⚉  Bagian tubuh ayam yang terlepas adalah najis karena bangkainya najis.
⚉  Bagian tubuh kambing yang terlepas adalah najis karena bangkai kambing itu najis.

Dasar kaidah ini adalah hadits:

ما قطع من بهيمة وهي حية فهو ميتة

“Bagian tubuh yang terlepas dari hewan ternak yang hidup adalah bangkai.” (HR Abu Dawud).

Sedangkan mayat manusia adalah suci menurut mayoritas ulama karena ia makhluk yang terhormat dan tidak ada dalil yang menunjukkan kepada kenajisannya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Nasihat Bagi Orangtua Yang Hendak Membagi Habis Hartanya Sama Rata Kepada Anak-Anaknya Selagi Ia Masih Hidup

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Menuntut Ilmu Yang Bermanfaat Untuk Dunia Dan Akhirat Di Setiap Hari

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih